Membangun Kesadaran Demokrasi Siswa SMAN 2 Gerokgak di Tengah Tantangan Pemilih Pemula
Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Meningkatnya jumlah pemilih pemula pada pemilu mendatang menjadi tantangan penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan kesadaran dan literasi demokrasi di lingkungan pendidikan, termasuk di SMAN 2 Gerokgak melalui kegiatan sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI yang terdiri dari perwakilan OSIS, Pramuka. dan PMR pada Rabu (28/01/2027).
Dalam kegiatan tersebut, Putu Arya Suarnata selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM menyampaikan materi mengenai pendidikan demokrasi, memberikan pemahaman terkait tujuan dilaksanakannya sosialisasi, serta alasan pemilihan siswa kelas X dan XI sebagai sasaran utama. Ia menjelaskan bahwa siswa kelas X dan XI merupakan kelompok strategis pemilih pemula yang perlu dibekali pemahaman sejak awal agar mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.
Putu Arya Suarnata menekankan bahwa pemilih pemula akan memiliki peran signifikan pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan menjadi kebutuhan mendasar agar generasi muda tidak bersikap apatis maupun salah dalam menentukan pilihan pemimpin di masa depan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tidak menggunakan hak pilih pada hakikatnya merugikan diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya. Seluruh proses penyelenggaraan Pemilu hingga kebijakan yang dihasilkan oleh pejabat terpilih berkaitan erat dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak masyarakat, termasuk kontribusi generasi muda. Oleh karena itu, penggunaan hak pilih menjadi hal yang sangat penting.
Selain penguatan kesadaran demokrasi, sosialisasi juga membahas aspek teknis kepemiluan, antara lain pihak-pihak yang dipilih dalam Pemilu dan Pilkada, jumlah surat suara yang diterima pemilih, serta penjelasan mengenai konsep trias politika. Disampaikan pula tugas dan peran KPU baik pada tahapan Pemilu maupun di luar tahapan.
Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan historis yang disesuaikan dengan karakter pemilih pemula. Kegiatan ditutup dengan sesi kuis dan tanya jawab seputar pengertian politik serta sejarah awal pelaksanaan politik, yang berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. (Parhumas/KPU Buleleng)
