Sosialisasi

KPU Buleleng Gelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi Siswa SMAN 3 Singaraja

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi pemilih pemula di SMA Negeri 3 Singaraja pada Kamis (12/03/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan. Dalam kegiatan tersebut, materi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Ia menyampaikan pentingnya pemahaman sejak dini mengenai proses demokrasi, hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta peran generasi muda dalam menyukseskan pemilihan umum yang demokratis. Putu Arya Suarnata menjelaskan bahwa pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi di masa depan. Oleh karena itu, pendidikan pemilih perlu diberikan sejak di bangku sekolah agar para siswa memiliki pengetahuan yang cukup ketika nantinya telah memiliki hak pilih. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu serta menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara interaktif. Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab sehingga para peserta dapat lebih memahami berbagai aspek terkait kepemiluan. Melalui kegiatan pendidikan pemilih ini, KPU Kabupaten Buleleng terus berkomitmen untuk meningkatkan literasi demokrasi di kalangan generasi muda sekaligus mendorong terciptanya pemilih yang berintegritas dan berpartisipasi aktif dalam setiap penyelenggaraan pemilu. (Parhumas/ KPU Buleleng)

Edukasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula, KPU Buleleng Jadi Narasumber Pilketos di SMK Negeri 1 Seririt

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Dalam rangka meningkatkan pemahaman demokrasi bagi pemilih pemula, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng menghadiri kegiatan edukasi demokrasi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan OSIS (KPO) SMK Negeri 1 Seririt pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) masa bakti 2026/2027. Melalui kegiatan tersebut, siswa-siswi diberikan pemahaman mengenai pentingnya partisipasi pemilih pemula serta mekanisme demokrasi dalam proses pemungutan suara. Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WITA tersebut, jajaran KPU Kabupaten Buleleng hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi bertajuk “Pentingnya Suara Pemilih Pemula dan Mekanisme Demokrasi.” Materi ini bertujuan menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini sekaligus memperkenalkan proses kepemiluan kepada para siswa. Melalui penyampaian materi tersebut, para siswa diajak memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. KPU Kabupaten Buleleng juga terus mendorong kegiatan edukasi kepemiluan di lingkungan pendidikan sebagai upaya membangun budaya demokrasi dan meningkatkan kualitas partisipasi pemilih di masa depan. (Parhumas/ KPU Buleleng)

KPU Buleleng Sosialisasikan Pendidikan Demokrasi di SMKN 2 Singaraja

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Dalam upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai demokrasi dan kepemiluan, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi kepada siswa-siswi SMKN 2 Singaraja pada Jumat (6/2/2025). Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber Putu Arya Suarnata selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pentingnya pendidikan demokrasi bagi generasi muda, khususnya bagi siswa yang nantinya akan menjadi pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu. Ia menjelaskan bahwa pemilu merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, termasuk pentingnya menggunakan hak pilih secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdasarkan informasi yang benar. Selain penyampaian materi mengenai demokrasi dan kepemiluan, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar proses pemilu, peran pemilih muda, serta bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berkualitas. Melalui kegiatan ini, KPU Buleleng berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai demokrasi serta pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Diharapkan pula para siswa dapat menjadi agen edukasi demokrasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Parhumas/ KPU Buleleng)

Belajar Politik Bisa Menyenangkan, Siswa SMAS Candimas Pancasari Diajak Pahami Demokrasi Secara Sederahana

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan pendidikan politik dan pemilu bagi siswa SMAS Candimas Pancasari pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terkait demokrasi dan politik yang sehat, serta memperkuat kesadaran siswa sebagai pemilih pemula agar tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik uang. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMAS Candimas Pancasari yang menegaskan pentingnya para siswa untuk menyimak materi dengan baik, bahkan mencatat poin-poin penting agar lebih mudah diingat. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam menghadapi peran mereka sebagai warga negara di masa mendatang. Dalam pemaparan materi, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Putu Arya Suarnata selaku narasumber mengawali pembahasan dengan menjelaskan konsep politik sebagai cara untuk mencapai tujuan yang baik. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda melalui contoh kasus yang dekat dengan kehidupan siswa. Hal ini dilakukan agar siswa dapat memahami bahwa politik tidak selalu identik dengan hal negatif, melainkan dapat menjadi sarana untuk mewujudkan perubahan positif apabila dijalankan secara benar. Lebih lanjut, Arya Suarnata juga menekankan pentingnya pemahaman politik bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh politik uang. Dijelaskan bahwa politik uang dapat merusak kualitas demokrasi serta membuat masyarakat kehilangan kesempatan untuk memilih pemimpin terbaik. Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan refleksi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024, khususnya terkait jumlah pemilih dan tingkat partisipasi masyarakat yang masih tergolong rendah. Rendahnya partisipasi pemilih pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri sebagai warga negara. Hal ini karena anggaran pelaksanaan pemilu bersumber dari APBN, yang berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Setelah itu, peserta diberikan pemahaman terkait teknis dan administrasi pemilu secara dasar, mulai dari syarat memilih, tata cara memilih di TPS, jumlah surat suara yang akan diterima, hingga hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menggunakan hak pilih. Sebagai bentuk pelayanan informasi kepada pemilih, Arya Suarnata juga memperkenalkan beberapa aplikasi serta sosial media yang dimiliki KPU yang dapat dimanfaatkan siswa, khususnya untuk memperoleh informasi kepemiluan secara mudah, cepat, dan akurat. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMAS Candimas Pancasari dapat menjadi generasi muda yang melek politik, memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. (Parhumas/KPU Buleleng)

Pemilu Inklusif Ditegaskan Lewat Sosialisasi di SLB

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi dengan segmen pemilih disabilitas pada Rabu (4/2/2026) di SLB Negeri 1 Buleleng. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPU Buleleng dalam mempersiapkan tahapan Pemilu serta meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pemilih disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan secara lebih spesial karena sosialisasi dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikasi yang lebih interaktif, serta metode penyampaian yang memungkinkan peserta dengan ragam disabilitas dapat memahami informasi kepemiluan dengan lebih baik. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SLB Negeri 1 Buleleng, Made Winasa, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan KPU Buleleng. Ia menyampaikan bahwa para siswa di sekolah tersebut sebagian besar belum pernah mengikuti Pemilu, sehingga pertemuan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peserta didik, termasuk siswa tuna grahita, autis, serta tuna rungu wicara, agar informasi dari KPU dapat dipahami dengan baik. Selanjutnya, Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana menyampaikan bahwa sosialisasi merupakan program kerja penting dalam rangka mempersiapkan tahapan Pemilu serta mendorong tingkat partisipasi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemilih disabilitas menjadi perhatian khusus, mengingat kelompok ini memiliki hak suara yang besar dan harus dipastikan dapat menggunakan hak pilihnya secara setara pada Pemilu mendatang. “Pemilih disabilitas memiliki hak konstitusional yang sama. Dalam Pemilu tidak ada perbedaan antara siswa di SLB dengan pemilih lainnya,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa para siswa nantinya dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029, meskipun pada saat itu sudah tidak lagi berstatus sebagai pelajar. Materi sosialisasi kemudian disampaikan oleh Putu Arya Suarnata, selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Materi menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai demokrasi, Pemilu, serta hak dan kewajiban warga negara dalam menggunakan hak pilih. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, salah satunya terkait pemahaman peserta mengenai tahun pelaksanaan Pemilu dan kapan mereka dapat mulai memilih. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dengan ragam disabilitas, di antaranya tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, tuna netra, serta autis. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap para peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai demokrasi dan Pemilu, serta semakin siap menjadi pemilih yang sadar hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. (Parhumas/KPU Buleleng)

Siapkan Pemilih 2029 Sejak Dini, Siswa SMAN 1 Kubutambahan Dapat Pendidikan Demokrasi Dari KPU

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Upaya menyiapkan generasi muda yang sadar demokrasi terus dilakukan sejak dini. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula oleh Komisi Pemiliha Umum (KPU) Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan di SMAN 1 Kubutambahan, Selasa (3/1/2026), dengan melibatkan siswa kelas X sebagai calon pemilih pada Pemilu 2029 mendatang. Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas yang mewakili Kepala SMAN 1 Kubutambahan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa siswa kelas X merupakan generasi strategis yang akan menentukan arah demokrasi ke depan. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memahami pentingnya peran sebagai warga negara. Sebagai penguatan nilai kebangsaan, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Garuda Pancasila oleh beberapa siswa. Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya menumbuhkan nasionalisme dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan perkembangan zaman. Dalam pemaparan materi, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Putu Arya Suarnata selaku narasumber menekankan urgensi pendidikan demokrasi dan politik sejak usia sekolah. Kesadaran berdemokrasi dinilai menjadi fondasi utama dalam mencegah rendahnya partisipasi pemilih atau golongan putih (golput), yang berdampak pada kualitas demokrasi serta keberlangsungan pembangunan nasional. Pendidikan demokrasi dan politik diyakini mampu membentuk karakter generasi muda agar memiliki sikap kritis, bertanggung jawab, serta siap berperan baik sebagai pemimpin maupun sebagai warga yang dipimpin. Kehadiran KPU di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi siswa terkait politik yang bersih, jujur, dan berintegritas. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai tata cara dan teknis pemungutan suara, sehingga memiliki gambaran yang jelas ketika nanti menggunakan hak pilihnya. Di akhir kegiatan, Putu Arya Suarnata mengajak para siswa untuk melakukan refleksi atas materi yang telah diterima. Dalam pesannya, siswa diimbau untuk tidak mudah terpengaruh politik uang, berani melapor apabila terjadi intimidasi, terus memperjuangkan aspirasi secara konstitusional, hadir ke TPS, serta tidak menjadi bagian dari golongan putih. Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Kubutambahan diharapkan dapat melahirkan pemilih pemula yang cerdas, berintegritas, dan berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia. (Parhumas/ KPU Buleleng)