Sosialisasi

PENDIDIKAN DEMOKRASI MENJADI LANGKAH AWAL MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id- Dalam upaya meningkatkan kesadaran demokrasi dan partisipasi aktif bagi para generasi muda khususnya bagi pemilih pemula, KPU Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi di SMA Negeri 1 Gerokgak pada Jumat, (30/1/2026). Acara ini diisi langsung oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Hubungan Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Putu Arya Suarnata. Mengawali dengan pengenalan demokrasi dan politik, dimana pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran pilitik siswa menjelang pelaksanaan pemilu. Sosialisasi yang diikuti oleh siswa kelas X, XI dan kelas XII yang lima tahun kedepan telah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula dibekali informasi penting terkait penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan, seperti jenis-jenis pemilihan, jumlah surat suara yang akan diterima, hingga syarat-syarat untuk dapat menggunakan hak pilihnya. Selanjutnya Putu Arya Suarnata menekankan bahwa pemilih pemula rentan menjadi sasaran pengaruh dari berbagai pihak, terutama menjelang masa kampanye. Oleh karena itu, para siswa dihimbau untuk cermat dalam menyaring informasi dari berbagai sumber agar tidak mudah terpengaruh dan mampu menggunakan hak pilihnya yang sesuai dengan hati nurani. Melalui kegiatan pendidikan demokrasi ini, besar harapan siswa memiliki pemahaman mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilu, hak dan kewajiban sebagai warga negara serta peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Sosialisasi ini menjadi bagian dari program KPU Kabupaten Buleleng dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini dan menyiapkan generasi muda agar menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Gerokgak dapat lebih siap menghadapi pemilu mendatang dan turut berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.(Parhumas/KPU Buleleng)

Membangun Kesadaran Demokrasi Siswa SMAN 2 Gerokgak di Tengah Tantangan Pemilih Pemula

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Meningkatnya jumlah pemilih pemula pada pemilu mendatang menjadi tantangan penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan kesadaran dan literasi demokrasi di lingkungan pendidikan, termasuk di SMAN 2 Gerokgak melalui kegiatan sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI yang terdiri dari perwakilan OSIS, Pramuka. dan PMR pada Rabu (28/01/2027).  Dalam kegiatan tersebut, Putu Arya Suarnata selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM menyampaikan materi mengenai pendidikan demokrasi, memberikan pemahaman terkait tujuan dilaksanakannya sosialisasi, serta alasan pemilihan siswa kelas X dan XI sebagai sasaran utama. Ia menjelaskan bahwa siswa kelas X dan XI merupakan kelompok strategis pemilih pemula yang perlu dibekali pemahaman sejak awal agar mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Putu Arya Suarnata menekankan bahwa pemilih pemula akan memiliki peran signifikan pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan menjadi kebutuhan mendasar agar generasi muda tidak bersikap apatis maupun salah dalam menentukan pilihan pemimpin di masa depan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa tidak menggunakan hak pilih pada hakikatnya merugikan diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya. Seluruh proses penyelenggaraan Pemilu hingga kebijakan yang dihasilkan oleh pejabat terpilih berkaitan erat dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak masyarakat, termasuk kontribusi generasi muda. Oleh karena itu, penggunaan hak pilih menjadi hal yang sangat penting.  Selain penguatan kesadaran demokrasi, sosialisasi juga membahas aspek teknis kepemiluan, antara lain pihak-pihak yang dipilih dalam Pemilu dan Pilkada, jumlah surat suara yang diterima pemilih, serta penjelasan mengenai konsep trias politika. Disampaikan pula tugas dan peran KPU baik pada tahapan Pemilu maupun di luar tahapan. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan historis yang disesuaikan dengan karakter pemilih pemula. Kegiatan ditutup dengan sesi kuis dan tanya jawab seputar pengertian politik serta sejarah awal pelaksanaan politik, yang berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. (Parhumas/KPU Buleleng)

Bukan Sekadar Mencoblos, KPU Buleleng Ajak Siswa SMAN 2 Tejakula Pahami Makna Demokrasi Sejak Dini

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi di SMAN 2 Tejakula pada Selasa (27/01/2026) sebagai rangkaian kegiatan awal tahun 2026. Kegiatan ini menjadi sosialisasi perdana KPU Buleleng di tahun 2026 yang menyasar pelajar kelas X sebagai pemilih pemula guna meningkatkan pemahaman tentang demokrasi dan kepemiluan. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, yang menekankan pentingnya pendidikan demokrasi meskipun para siswa belum berusia 17 tahun. Hal tersebut disampaikan mengingat para pelajar tersebut nantinya akan memiliki hak pilih pada Pemilu 2029. Menurutnya, pendidikan demokrasi penting karena setiap suara yang diberikan dalam pemilu akan berpengaruh terhadap kebijakan di masa depan, termasuk berbagai fasilitas publik yang saat ini dinikmati siswa sebagai hasil dari kebijakan para pemimpin terpilih melalui proses pemilu. Komang Dudhi Udiyana juga menyampaikan bahwa pemilu tidak boleh dipahami sebatas kegiatan mencoblos di tempat pemungutan suara. “Pendidikan demokrasi perlu diberikan sejak dini agar siswa memahami bahwa pemilu memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat. Semua fasilitas yang dinikmati saat ini merupakan produk dari kebijakan yang dihasilkan melalui proses pemilu,” ujarnya. Kepala SMAN 2 Tejakula, Gede Benny Kurniawan, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh KPU Buleleng. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi siswa. “Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk membekali siswa sebagai pemilih pemula agar lebih memahami demokrasi secara utuh,” ungkapnya. Pemaparan materi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Pendidikan demokrasi dimulai dengan memaparkan output dari pemilu, sehingga siswa dapat memahami bahwa pemilu memiliki peran penting bagi keberlangsungan kehidupan rakyat. Pemilu tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan mencoblos semata, tetapi sebagai proses menentukan arah kebijakan dan masa depan bersama, termasuk memahami makna dari pilihan serta siapa yang dipilih. Selain itu, disampaikan pula bahwa politik sejatinya merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang baik dan tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Politik dapat dimaknai sebagai sikap personal dalam bersikap dan mengambil keputusan, sekaligus sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama melalui mekanisme demokrasi yang berintegritas. Untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa, kegiatan sosialisasi juga diisi dengan kuis interaktif yang membahas sejarah dan ketentuan demokrasi dan pemilu, antara lain mengenai tempat pertama kali demokrasi dilaksanakan, pelaksanaan pemilu pertama di Indonesia, syarat menjadi pemilih, serta waktu dan periode pelaksanaan pemilu. (Parhumas/KPU Buleleng)

PARTISIPASI PEMILIH MUDA RENDAH, KAMPUS JADI RUANG STRATEGIS PENDIDIKAN DEMOKRASI

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Tingkat partisipasi pemilih muda dalam pemilu masih menjadi perhatian serius dalam upaya memperkuat demokrasi. Kelompok usia muda yang seharusnya menjadi motor penggerak perubahan justru dinilai belum sepenuhnya terlibat secara aktif dalam proses demokrasi. Hal ini mendorong penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan perguruan tinggi sebagai ruang strategis pembentukan kesadaran politik generasi muda. Kondisi tersebut menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pendidikan demokrasi di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menyasar mahasiswa sebagai pemilih muda agar memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai kepemiluan dan demokrasi. Materi yang disampaikan meliputi sejarah demokrasi, pihak-pihak yang dipilih dalam pemilu, serta tiga aspek utama dalam pemilihan umum. Peserta sosialisasi juga dibekali pemahaman mengenai golongan putih (golput), termasuk dampak negatif yang ditimbulkan apabila hak pilih tidak digunakan. Ditekankan pula bahwa seluruh tahapan pemilu dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari rakyat, sehingga partisipasi pemilih menjadi bentuk tanggung jawab bersama. Selain aspek pemilih, peserta juga diperkenalkan dengan syarat-syarat untuk menjadi pemilih serta peluang berperan sebagai pelaku sejarah demokrasi melalui keterlibatan sebagai penyelenggara pemilu, seperti anggota KPPS, PPS, maupun PPK pada masa mendatang. Penyampaian materi dikemas secara interaktif dengan studi kasus (test case) untuk mengukur pemahaman peserta. Pendidikan demokrasi ini juga menyoroti masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu, khususnya di Kabupaten Buleleng yang memiliki jumlah penduduk cukup besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan demokrasi yang partisipatif dan inklusif. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Putu Arya Suarnata, menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membentuk pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. “Pemilih muda adalah penentu arah demokrasi ke depan. Kampus menjadi ruang yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi agar partisipasi pemilih muda dapat meningkat secara berkelanjutan,” ujarnya Ia berharap pendidikan demokrasi yang dilaksanakan saat ini dapat memberikan dampak nyata di masa depan, sehingga generasi muda tidak hanya hadir di TPS, tetapi juga memiliki kesadaran kritis dan komitmen kuat terhadap demokrasi. (Parhumas/ KPU Buleleng)

AKSES INFORMASI PEMILU BAGI DIFABEL MASIH TERBATAS, SOSIALISASI DI SLB N 2 SINGARAJA DORONG KOMITMEN EDUKASI INKLUSIF

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Keterbatasan akses informasi kepemiluan bagi penyandang disabilitas masih menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan pendidikan pemilih yang inklusif. Kondisi tersebut mendorong KPU Kabupaten Buleleng untuk terus melakukan perluasan edukasi kepemiluan yang ramah difabel. Setelah melaksanakan pendampingan Pemilihan Ketua OSIS di SLB Negeri 2 Singaraja, KPU Buleleng kembali hadir di sekolah yang sama untuk menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada Kamis (11/12/2025). Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata. Selain menjelaskan materi dasar kepemiluan kepada para siswa—seperti berapa tahun sekali pemilu dilaksanakan, siapa yang dipilih, usia minimum memilih, dan syarat menjadi pemilih—ia juga menyampaikan pesan penting kepada Kepala Sekolah dan pihak SLB N 2 Singaraja. Dalam pesannya, Putu Arya menegaskan bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi kepemiluan secara utuh agar dapat berpartisipasi secara mandiri. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas keterbukaan dan dukungannya dalam mendampingi kegiatan pendidikan pemilih bagi siswa difabel. Kepala Sekolah SLB N 2 Singaraja, Putu Dewi Resiani menyambut baik komitmen tersebut. Ia juga mengapresiasi upaya KPU Buleleng dalam memperkuat pendidikan pemilih bagi peserta didik difabel, terutama melalui metode penyampaian yang sederhana dan sesuai kebutuhan masing-masing siswa. Sinergi ini diharapkan dapat semakin memperluas akses informasi bagi siswa, sekaligus menumbuhkan pemahaman bahwa mereka juga memiliki peran dalam proses demokrasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diberikan untuk mengulang kembali materi utama. Metode ini tidak hanya untuk mengevaluasi pemahaman, tetapi juga untuk memperkuat ingatan dan mendorong partisipasi aktif, sehingga siswa merasa didengar dan mampu menginternalisasi pengetahuan tentang pemilu. Melalui kegiatan ini, KPU Buleleng berharap dapat membantu menutup kesenjangan informasi kepemiluan di kalangan difabel. Edukasi yang inklusif menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa hak politik seluruh warga negara terpenuhi secara setara dan berkelanjutan. (Parhumas/ KPU Buleleng)

PERKUAT LITERASI DEMOKRASI PELAJAR, KPU BULELENG KEMBALI DIUNDANG BIMBING PEMILIHAN OSIS

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Minimnya literasi demokrasi di kalangan pelajar menjadi perhatian serius dalam upaya membentuk pemilih cerdas pada masa mendatang. Pemilihan pengurus OSIS kerap berjalan formalitas dan hanya berorientasi pada popularitas, bukan pada kemampuan kepemimpinan maupun gagasan yang ditawarkan kandidat. Kondisi ini dinilai perlu mendapat pendampingan yang tepat agar nilai-nilai demokrasi dapat dipahami dan dipraktikkan sejak bangku sekolah. Menjawab tantangan tersebut, SMP Laboratorium Undiksha Singaraja menggelar kegiatan bertajuk “Suara Demokrasi – Pemilihan Pengurus, Ketua dan Wakil OSIS” dengan menghadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng sebagai narasumber. Kegiatan berlangsung di Auditorium Widyastana pada Senin (8/12/2025) dan diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai tingkat. Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata memberikan pemaparan materi terkait kepemiluan, demokrasi, dan politik. Kemudian dijelaskan juga mengenai mekanisme pemilu yang sesungguhnya, termasuk kampanye sehat hingga tata cara pemungutan dan penghitungan suara. Hal ini diharapkan memberi pengalaman langsung tentang bagaimana demokrasi bekerja dalam praktik. Arya Suarnata dalam pemaparannya juga menyampaikan pentingnya membangun budaya demokrasi sejak bangku sekolah. “Pemilihan OSIS bukan hanya memilih teman yang populer. Ini adalah ruang belajar bagi para pelajar mengenai bagaimana memilih pemimpin yang berintegritas, memiliki program, dan mampu membawa perubahan,” terang Arya Suarnata saat memberikan materi. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi aktif siswa sebagai pemilih. “Kami berharap adik-adik tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi benar-benar menggunakan hak pilihnya secara sadar dan bertanggung jawab,” lanjutnya. Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran KPU Buleleng karena kegiatan ini dinilai mampu membuka wawasan siswa mengenai proses pemilihan yang sehat. Para peserta juga terlihat antusias dalam sesi diskusi dengan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar demokrasi dan kepemimpinan di lingkungan sekolah. Melalui keterlibatan langsung dalam pendidikan demokrasi di sekolah, KPU Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi kepemiluan. Diharapkan, pelajar dapat menerapkan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi generasi pemilih yang kritis pada setiap proses pemilu di masa depan. (Parhumas/KPU Buleleng)