Sosialisasi

Belajar Politik Bisa Menyenangkan, Siswa SMAS Candimas Pancasari Diajak Pahami Demokrasi Secara Sederahana

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan pendidikan politik dan pemilu bagi siswa SMAS Candimas Pancasari pada Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terkait demokrasi dan politik yang sehat, serta memperkuat kesadaran siswa sebagai pemilih pemula agar tidak mudah terpengaruh oleh praktik politik uang. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMAS Candimas Pancasari yang menegaskan pentingnya para siswa untuk menyimak materi dengan baik, bahkan mencatat poin-poin penting agar lebih mudah diingat. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa materi yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam menghadapi peran mereka sebagai warga negara di masa mendatang. Dalam pemaparan materi, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Putu Arya Suarnata selaku narasumber mengawali pembahasan dengan menjelaskan konsep politik sebagai cara untuk mencapai tujuan yang baik. Penyampaian dilakukan dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda melalui contoh kasus yang dekat dengan kehidupan siswa. Hal ini dilakukan agar siswa dapat memahami bahwa politik tidak selalu identik dengan hal negatif, melainkan dapat menjadi sarana untuk mewujudkan perubahan positif apabila dijalankan secara benar. Lebih lanjut, Arya Suarnata juga menekankan pentingnya pemahaman politik bagi generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh politik uang. Dijelaskan bahwa politik uang dapat merusak kualitas demokrasi serta membuat masyarakat kehilangan kesempatan untuk memilih pemimpin terbaik. Pada kesempatan tersebut, turut disampaikan refleksi pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024, khususnya terkait jumlah pemilih dan tingkat partisipasi masyarakat yang masih tergolong rendah. Rendahnya partisipasi pemilih pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri sebagai warga negara. Hal ini karena anggaran pelaksanaan pemilu bersumber dari APBN, yang berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat. Setelah itu, peserta diberikan pemahaman terkait teknis dan administrasi pemilu secara dasar, mulai dari syarat memilih, tata cara memilih di TPS, jumlah surat suara yang akan diterima, hingga hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menggunakan hak pilih. Sebagai bentuk pelayanan informasi kepada pemilih, Arya Suarnata juga memperkenalkan beberapa aplikasi serta sosial media yang dimiliki KPU yang dapat dimanfaatkan siswa, khususnya untuk memperoleh informasi kepemiluan secara mudah, cepat, dan akurat. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMAS Candimas Pancasari dapat menjadi generasi muda yang melek politik, memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. (Parhumas/KPU Buleleng)

Pemilu Inklusif Ditegaskan Lewat Sosialisasi di SLB

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi dengan segmen pemilih disabilitas pada Rabu (4/2/2026) di SLB Negeri 1 Buleleng. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPU Buleleng dalam mempersiapkan tahapan Pemilu serta meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pemilih disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan secara lebih spesial karena sosialisasi dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikasi yang lebih interaktif, serta metode penyampaian yang memungkinkan peserta dengan ragam disabilitas dapat memahami informasi kepemiluan dengan lebih baik. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SLB Negeri 1 Buleleng, Made Winasa, yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan KPU Buleleng. Ia menyampaikan bahwa para siswa di sekolah tersebut sebagian besar belum pernah mengikuti Pemilu, sehingga pertemuan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peserta didik, termasuk siswa tuna grahita, autis, serta tuna rungu wicara, agar informasi dari KPU dapat dipahami dengan baik. Selanjutnya, Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana menyampaikan bahwa sosialisasi merupakan program kerja penting dalam rangka mempersiapkan tahapan Pemilu serta mendorong tingkat partisipasi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemilih disabilitas menjadi perhatian khusus, mengingat kelompok ini memiliki hak suara yang besar dan harus dipastikan dapat menggunakan hak pilihnya secara setara pada Pemilu mendatang. “Pemilih disabilitas memiliki hak konstitusional yang sama. Dalam Pemilu tidak ada perbedaan antara siswa di SLB dengan pemilih lainnya,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa para siswa nantinya dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2029, meskipun pada saat itu sudah tidak lagi berstatus sebagai pelajar. Materi sosialisasi kemudian disampaikan oleh Putu Arya Suarnata, selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Materi menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai demokrasi, Pemilu, serta hak dan kewajiban warga negara dalam menggunakan hak pilih. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, salah satunya terkait pemahaman peserta mengenai tahun pelaksanaan Pemilu dan kapan mereka dapat mulai memilih. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dengan ragam disabilitas, di antaranya tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, tuna netra, serta autis. Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Buleleng berharap para peserta mendapatkan pemahaman dasar mengenai demokrasi dan Pemilu, serta semakin siap menjadi pemilih yang sadar hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. (Parhumas/KPU Buleleng)

Siapkan Pemilih 2029 Sejak Dini, Siswa SMAN 1 Kubutambahan Dapat Pendidikan Demokrasi Dari KPU

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Upaya menyiapkan generasi muda yang sadar demokrasi terus dilakukan sejak dini. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula oleh Komisi Pemiliha Umum (KPU) Kabupaten Buleleng yang dilaksanakan di SMAN 1 Kubutambahan, Selasa (3/1/2026), dengan melibatkan siswa kelas X sebagai calon pemilih pada Pemilu 2029 mendatang. Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas yang mewakili Kepala SMAN 1 Kubutambahan. Dalam sambutannya disampaikan bahwa siswa kelas X merupakan generasi strategis yang akan menentukan arah demokrasi ke depan. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan memahami pentingnya peran sebagai warga negara. Sebagai penguatan nilai kebangsaan, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Garuda Pancasila oleh beberapa siswa. Kegiatan ini menjadi pengingat pentingnya menumbuhkan nasionalisme dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan perkembangan zaman. Dalam pemaparan materi, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Putu Arya Suarnata selaku narasumber menekankan urgensi pendidikan demokrasi dan politik sejak usia sekolah. Kesadaran berdemokrasi dinilai menjadi fondasi utama dalam mencegah rendahnya partisipasi pemilih atau golongan putih (golput), yang berdampak pada kualitas demokrasi serta keberlangsungan pembangunan nasional. Pendidikan demokrasi dan politik diyakini mampu membentuk karakter generasi muda agar memiliki sikap kritis, bertanggung jawab, serta siap berperan baik sebagai pemimpin maupun sebagai warga yang dipimpin. Kehadiran KPU di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi siswa terkait politik yang bersih, jujur, dan berintegritas. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai tata cara dan teknis pemungutan suara, sehingga memiliki gambaran yang jelas ketika nanti menggunakan hak pilihnya. Di akhir kegiatan, Putu Arya Suarnata mengajak para siswa untuk melakukan refleksi atas materi yang telah diterima. Dalam pesannya, siswa diimbau untuk tidak mudah terpengaruh politik uang, berani melapor apabila terjadi intimidasi, terus memperjuangkan aspirasi secara konstitusional, hadir ke TPS, serta tidak menjadi bagian dari golongan putih. Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Kubutambahan diharapkan dapat melahirkan pemilih pemula yang cerdas, berintegritas, dan berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia. (Parhumas/ KPU Buleleng)

PENDIDIKAN DEMOKRASI MENJADI LANGKAH AWAL MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id- Dalam upaya meningkatkan kesadaran demokrasi dan partisipasi aktif bagi para generasi muda khususnya bagi pemilih pemula, KPU Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi di SMA Negeri 1 Gerokgak pada Jumat, (30/1/2026). Acara ini diisi langsung oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Hubungan Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Putu Arya Suarnata. Mengawali dengan pengenalan demokrasi dan politik, dimana pemilih pemula memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran pilitik siswa menjelang pelaksanaan pemilu. Sosialisasi yang diikuti oleh siswa kelas X, XI dan kelas XII yang lima tahun kedepan telah memenuhi syarat sebagai pemilih pemula dibekali informasi penting terkait penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan, seperti jenis-jenis pemilihan, jumlah surat suara yang akan diterima, hingga syarat-syarat untuk dapat menggunakan hak pilihnya. Selanjutnya Putu Arya Suarnata menekankan bahwa pemilih pemula rentan menjadi sasaran pengaruh dari berbagai pihak, terutama menjelang masa kampanye. Oleh karena itu, para siswa dihimbau untuk cermat dalam menyaring informasi dari berbagai sumber agar tidak mudah terpengaruh dan mampu menggunakan hak pilihnya yang sesuai dengan hati nurani. Melalui kegiatan pendidikan demokrasi ini, besar harapan siswa memiliki pemahaman mengenai pentingnya partisipasi dalam pemilu, hak dan kewajiban sebagai warga negara serta peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi. Sosialisasi ini menjadi bagian dari program KPU Kabupaten Buleleng dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini dan menyiapkan generasi muda agar menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, diharapkan para siswa SMA Negeri 1 Gerokgak dapat lebih siap menghadapi pemilu mendatang dan turut berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.(Parhumas/KPU Buleleng)

Membangun Kesadaran Demokrasi Siswa SMAN 2 Gerokgak di Tengah Tantangan Pemilih Pemula

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Meningkatnya jumlah pemilih pemula pada pemilu mendatang menjadi tantangan penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan kesadaran dan literasi demokrasi di lingkungan pendidikan, termasuk di SMAN 2 Gerokgak melalui kegiatan sosialisasi pendidikan demokrasi dan kepemiluan yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI yang terdiri dari perwakilan OSIS, Pramuka. dan PMR pada Rabu (28/01/2027).  Dalam kegiatan tersebut, Putu Arya Suarnata selaku Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM menyampaikan materi mengenai pendidikan demokrasi, memberikan pemahaman terkait tujuan dilaksanakannya sosialisasi, serta alasan pemilihan siswa kelas X dan XI sebagai sasaran utama. Ia menjelaskan bahwa siswa kelas X dan XI merupakan kelompok strategis pemilih pemula yang perlu dibekali pemahaman sejak awal agar mampu menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Putu Arya Suarnata menekankan bahwa pemilih pemula akan memiliki peran signifikan pada Pemilu 2029. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai demokrasi dan kepemiluan menjadi kebutuhan mendasar agar generasi muda tidak bersikap apatis maupun salah dalam menentukan pilihan pemimpin di masa depan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa tidak menggunakan hak pilih pada hakikatnya merugikan diri sendiri maupun masyarakat di sekitarnya. Seluruh proses penyelenggaraan Pemilu hingga kebijakan yang dihasilkan oleh pejabat terpilih berkaitan erat dengan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari pajak masyarakat, termasuk kontribusi generasi muda. Oleh karena itu, penggunaan hak pilih menjadi hal yang sangat penting.  Selain penguatan kesadaran demokrasi, sosialisasi juga membahas aspek teknis kepemiluan, antara lain pihak-pihak yang dipilih dalam Pemilu dan Pilkada, jumlah surat suara yang diterima pemilih, serta penjelasan mengenai konsep trias politika. Disampaikan pula tugas dan peran KPU baik pada tahapan Pemilu maupun di luar tahapan. Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan komunikatif dan historis yang disesuaikan dengan karakter pemilih pemula. Kegiatan ditutup dengan sesi kuis dan tanya jawab seputar pengertian politik serta sejarah awal pelaksanaan politik, yang berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. (Parhumas/KPU Buleleng)

Bukan Sekadar Mencoblos, KPU Buleleng Ajak Siswa SMAN 2 Tejakula Pahami Makna Demokrasi Sejak Dini

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Demokrasi di SMAN 2 Tejakula pada Selasa (27/01/2026) sebagai rangkaian kegiatan awal tahun 2026. Kegiatan ini menjadi sosialisasi perdana KPU Buleleng di tahun 2026 yang menyasar pelajar kelas X sebagai pemilih pemula guna meningkatkan pemahaman tentang demokrasi dan kepemiluan. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, yang menekankan pentingnya pendidikan demokrasi meskipun para siswa belum berusia 17 tahun. Hal tersebut disampaikan mengingat para pelajar tersebut nantinya akan memiliki hak pilih pada Pemilu 2029. Menurutnya, pendidikan demokrasi penting karena setiap suara yang diberikan dalam pemilu akan berpengaruh terhadap kebijakan di masa depan, termasuk berbagai fasilitas publik yang saat ini dinikmati siswa sebagai hasil dari kebijakan para pemimpin terpilih melalui proses pemilu. Komang Dudhi Udiyana juga menyampaikan bahwa pemilu tidak boleh dipahami sebatas kegiatan mencoblos di tempat pemungutan suara. “Pendidikan demokrasi perlu diberikan sejak dini agar siswa memahami bahwa pemilu memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat. Semua fasilitas yang dinikmati saat ini merupakan produk dari kebijakan yang dihasilkan melalui proses pemilu,” ujarnya. Kepala SMAN 2 Tejakula, Gede Benny Kurniawan, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh KPU Buleleng. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi siswa. “Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk membekali siswa sebagai pemilih pemula agar lebih memahami demokrasi secara utuh,” ungkapnya. Pemaparan materi disampaikan oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata. Pendidikan demokrasi dimulai dengan memaparkan output dari pemilu, sehingga siswa dapat memahami bahwa pemilu memiliki peran penting bagi keberlangsungan kehidupan rakyat. Pemilu tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan mencoblos semata, tetapi sebagai proses menentukan arah kebijakan dan masa depan bersama, termasuk memahami makna dari pilihan serta siapa yang dipilih. Selain itu, disampaikan pula bahwa politik sejatinya merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang baik dan tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Politik dapat dimaknai sebagai sikap personal dalam bersikap dan mengambil keputusan, sekaligus sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama melalui mekanisme demokrasi yang berintegritas. Untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa, kegiatan sosialisasi juga diisi dengan kuis interaktif yang membahas sejarah dan ketentuan demokrasi dan pemilu, antara lain mengenai tempat pertama kali demokrasi dilaksanakan, pelaksanaan pemilu pertama di Indonesia, syarat menjadi pemilih, serta waktu dan periode pelaksanaan pemilu. (Parhumas/KPU Buleleng)