Sosialisasi

PPK SERIRIT LAKSANAKAN SOSIALISASI PILGUB BALI 2018 MELALUI GELAR SENI BUDAYA

Dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali Tahun 2018, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Seririt melaksanakan sosialisasi gelar seni budaya, Minggu (15/4/2018) di Wantilan Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, PPK Seririt mengundang tokoh adat di Kecamatan Seririt, Sekeha Teruna Teruni, calon pemilih pemula dari SMA/SMK/sederajat di Kecamatan Seririt serta seluruh PPS di Kecamatan Seririt. “Kegiatan sosialisasi gelar seni budaya ini sengaja kami laksanakan pada hari minggu agar bisa dihadiri oleh masyarakat dan siswa/siswi  calon pemilih pemula,” ungkap Ketua PPK Seririt, Putu Maharta.   Dalam kesempatan tersebut, Komisioner KPU Buleleng, drh. Made Seriyasa hadir dan memberikan sosialisasi terkait tahapan Pilgub Bali 2018 yang sudah berjalan dan tahapan selanjutnya. Diakhir acara, dilakukan pengundian door prize bagi peserta sosialisasi untuk menguji pemahamannya tentang Pilgub Bali 2018.  (roe)

MELALUI MOTOR CUSTOM FUN TOUR, PPK SAWAN LAKUKAN SOSIALISASI PILGUB BALI 2018

PPK Sawan lakukan sosialisasi Pemilihan Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 yang lain daripada biasanya, yaitu dikemas dalam bentuk kegiatan Motor Custom Fun Tour, Minggu (8/4/2018). Motor Custom Fun Tour ini diikuti oleh sekitar 50 peserta, bertolak dari Kantor Camat Sawan – Desa Sinabun – Desa Sudaji – Desa Bebetin – Desa Jagaraga – Desa Bungkulan dan berakhir di Pantai Kerobokan. Sepanjang route yang dilalui, juga disampaikan sosialisasi melalui pengeras suara pada mobil keliling oleh Grup Bondres Nong-nong Kling yang berisi ajakan untuk menggunakan hak pilih pada Pilgub Bali, 27 Juni 2018 serta menolak golput dan politik uang. Di tepi pantai Kerobokan, acara dilanjutkan dengan penampilan artis Nanoe Biroe yang membawakan beberapa lagu dan dimeriahkan pula oleh grup band lokal serta modern dance.   Acara ini cukup menarik antusias masyarakat untuk turut menyaksikan sosialisasi tersebut. Diharapkan dengan begitu, akan mampu meningkatkan partisiasi masyarakat dalam memilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018. (roe)

PPK GEROKGAK SOSIALISASI PILGUB BALI 2018 MELALUI ATRAKSI “GEBUG ENDE”

Atraksi “Gebug Ende” dijadikan daya tarik dalam sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gerokgak. Filosofi yang dapat diambil dari “Gebug Ende” ini yang dapat diaplikasikan pada Pilgub Bali 2018 adalah sebuah pertarungan dengan saudara sendiri saling gebug, saling rangkul untuk memperoleh kemenangan. Namun dibalik itu, masing-masing memiliki tujuan yang sama yakni untuk melayani dan mensejahterakan rakyat. “Kegiatan sosialisasi yang dikemas seperti ini diharapkan mampu menarik masyarakat untuk datang menyaksikan, harapannya adalah mampu meningkatkan pasrtisipasi masyarakat dalam Pilgub Bali 2018 mendatang,” ungkap Gede Sutrawan, Komisioner KPU Buleleng dalam memberikan sambutan pada acara tersebut, Sabtu (7/4/2018) di GOR Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.   Disamping itu, disampaikan himbauan kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP-El agar segera melakukannya, sehingga tidak kehilangan hak pilih pada Pilgub Bali 27 Juni 2018. (roe)

AJAK MASYARAKAT MENGECEK DPS, JAJARAN KPU BULELENG SOSIALISASI MELALUI MOBIL KELILING

Guna memastikan warga masyarakat telah terdaftar pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018, KPU Kabupaten Buleleng beserta jajaran di tingkat PPK dan PPS melakukan sosialisasi melalui mobil keliling ke desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng. Informasi yang disampaikan melalui pengeras suara pada mobil keliling tersebut adalah berupa ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengecek DPS yang telah tertempel di papan pengumuman wilayah masing-masing. “Kepada masyarakat, agar ikut aktif dalam mengecek namanya pada DPS yang telah tertempel, apabila belum terdaftar atau terdapat data yang dianggap tidak sesuai, supaya segera melaporkan kepada penyelenggara sampai dengan tanggal 2 April 2018 untuk diperbaiki sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap atau DPT,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Buleleng, Gede Sutrawan di ruangannya, Minggu (1/4/2018). Dengan demikian, diharapkan akan menghasilkan DPT Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 yang akurat dan termutakhir yang nantinya akan menjadi DPS pada Pemilu Tahun 2019. (adm)

TAHAP PERBAIKAN DPS, KPU BULELENG LAKSANAKAN SOSIALISASI PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH PILGUB BALI 2018

Demi menghasilkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akurat, akuntabel dan termutakhir, KPU Kabupaten Buleleng melaksanakan sosialisasi pemutakhiran data pemilih dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018. Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Gede Suardana menyampaikan bahwa saat ini sudah memasuki tahapan pemutakhiran data pemilih, dan DPS sudah ditempelkan pada papan pengumuman di masing-masing desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng. “Tujuannya adalah masyarakat dapat ikut mengoreksi kemudian memberikan tanggapan serta masukan kepada PPS apabila terdapat ketidaksesuaian dalam DPS tersebut,” ungkap Gede Suardana dalam sambutannya, Rabu (28/3/2018) di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja. Masukan tersebut bisa berupa NIK yang tidak sesuai, pemilih yang tidak terdaftar dalam DPS dan lain sebagainya. Gede Suardana menyampaikan agar PPS berperan aktif dalam proses perbaikan DPS yang tahapannya dimulai dari tanggal 3 hingga 7 April 2018, sehingga dihasilkan DPT yang berkualitas. “Karena DPT Pilgub Bali 2018 selanjutnya akan menjadi DPS pada Pemilihan Umum Tahun 2019,” lanjut Gede Suardana. Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak terkait dan pihak yang berkepentingan dalam hal ini PPK, PPS, stakeholder terkait serta peran serta partai politik. Peserta sosialisasi adalah PPK dan PPS se-Kabupaten Buleleng serta undangan dari stake holder terkait, seperti Polres Buleleng, Dandim 1609 Buleleng, DPRD Kabupaten Buleleng, Panwaslu Kabupaten Buleleng, Disdukcapil Kabupaten Buleleng, Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Lapas Singaraja, Satpol PP Kabupaten Buleleng, MMDP Kabupaten Buleleng, FKUB Kabupaten Buleleng dan Tim Kampanye Pasangan Calon Nomor Urut 1 & 2. Sebagai narasumber adalah Komisioner KPU Buleleng, Made Seriyasa. (Adm)

PERLU KESADARAN SEMUA PIHAK UNTUK MEMBANGUN KESADARAN POLITIK GENERASI MUDA

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018, KPU Kabupaten Buleleng melakukan Sosialsiasi dan Pendidikan Pemilih kepada generasi muda di Buleleng. Terdapat 250 peserta sosialisasi yang terdiri dari Guru PKN tingkat SMP dan SMA serta perwakilan OSIS SMA di Wilayah Kabupaten Buleleng. Sebagai pemateri yaitu akademisi dari Undiksha Singaraja, Prof. DR. Made Yudana, M.Pd.,  Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd dan Ketua KPU Kabupaten Buleleng, DR. Ged Suardana, S.Pd., M.Si. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Undiksha Singaraja, diketahui bahwa menurunnya angka partisipasi pemilih dari pemiliu ke pemilu di Kabupaten Buleleng tidak hanya dipengaruhi oleh sosialisasi, tapi juga harus diimbangi dengan memberikan pendidikan pemilih yang mrmadai. “Disinilah pentingnya peran Guru PKN untuk membangun kesadran politik generasi muda untuk berfikir kritis tentang pentingnya memilih melalui pendekatan yang dialogis,” ungkap Gede Suyasa. Namun disamping itu, hal yang lebih penting menurut Prof. Yudana adalah mengajarkan tentang kecerdasan dalam memilih pemimpin. “Tidak cukup hanya dengan datang ke TPS saja, namun juga harus cerdas dalam memilih pemimpin. Karena kalau salah memilih pemimpin, meskipun angka partisipasinya tinggi, tetap saja akan gagal dalam membangun bangsa ini,” demikian Prof. Yudana menambahkan. Ketua Tim Seleksi KPU Buleleng periode 2014-2018 ini menambahkan, agar Guru PKN di Buleleng bisa mengajarkan anak didiknya untuk memilih pemimpin yang ideal dan bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik. Sementara Gede Suardana menyatakan bahwa tingkat partisipasi pemilih bukan hanya tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara pemilu. “Partisipasi pemilih adalah tanggung jawab semua pihak, yaitu pemerintah, penyelenggara, peserta pemilu serta masyarakat seluruhnya,” ungkap Gede Suardana. Dari diskusi yang berlangsung hampir dua jam tersebut, semua sepakat bahwa atas amanat undang-undang, pemerintah dan penyelenggara mempunyai kewajiban untuk mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya. Dan masyarakat, memiliki hak untuk memilih guna menyelamatkan bangsa dan negara dari kekosongan pemimpin. Butuh kesadaran semua pihak untuk membangun kesadaran politik itu, agar pemilu menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan bisa membangun Bangsa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. (adm)