Sosialisasi

AJAK MASYARAKAT MENGECEK DPS, JAJARAN KPU BULELENG SOSIALISASI MELALUI MOBIL KELILING

Guna memastikan warga masyarakat telah terdaftar pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018, KPU Kabupaten Buleleng beserta jajaran di tingkat PPK dan PPS melakukan sosialisasi melalui mobil keliling ke desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng. Informasi yang disampaikan melalui pengeras suara pada mobil keliling tersebut adalah berupa ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengecek DPS yang telah tertempel di papan pengumuman wilayah masing-masing. “Kepada masyarakat, agar ikut aktif dalam mengecek namanya pada DPS yang telah tertempel, apabila belum terdaftar atau terdapat data yang dianggap tidak sesuai, supaya segera melaporkan kepada penyelenggara sampai dengan tanggal 2 April 2018 untuk diperbaiki sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap atau DPT,” ungkap Komisioner KPU Kabupaten Buleleng, Gede Sutrawan di ruangannya, Minggu (1/4/2018). Dengan demikian, diharapkan akan menghasilkan DPT Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 yang akurat dan termutakhir yang nantinya akan menjadi DPS pada Pemilu Tahun 2019. (adm)

TAHAP PERBAIKAN DPS, KPU BULELENG LAKSANAKAN SOSIALISASI PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH PILGUB BALI 2018

Demi menghasilkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akurat, akuntabel dan termutakhir, KPU Kabupaten Buleleng melaksanakan sosialisasi pemutakhiran data pemilih dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018. Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Gede Suardana menyampaikan bahwa saat ini sudah memasuki tahapan pemutakhiran data pemilih, dan DPS sudah ditempelkan pada papan pengumuman di masing-masing desa/kelurahan di Kabupaten Buleleng. “Tujuannya adalah masyarakat dapat ikut mengoreksi kemudian memberikan tanggapan serta masukan kepada PPS apabila terdapat ketidaksesuaian dalam DPS tersebut,” ungkap Gede Suardana dalam sambutannya, Rabu (28/3/2018) di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja. Masukan tersebut bisa berupa NIK yang tidak sesuai, pemilih yang tidak terdaftar dalam DPS dan lain sebagainya. Gede Suardana menyampaikan agar PPS berperan aktif dalam proses perbaikan DPS yang tahapannya dimulai dari tanggal 3 hingga 7 April 2018, sehingga dihasilkan DPT yang berkualitas. “Karena DPT Pilgub Bali 2018 selanjutnya akan menjadi DPS pada Pemilihan Umum Tahun 2019,” lanjut Gede Suardana. Untuk itu, diperlukan kerjasama semua pihak terkait dan pihak yang berkepentingan dalam hal ini PPK, PPS, stakeholder terkait serta peran serta partai politik. Peserta sosialisasi adalah PPK dan PPS se-Kabupaten Buleleng serta undangan dari stake holder terkait, seperti Polres Buleleng, Dandim 1609 Buleleng, DPRD Kabupaten Buleleng, Panwaslu Kabupaten Buleleng, Disdukcapil Kabupaten Buleleng, Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Lapas Singaraja, Satpol PP Kabupaten Buleleng, MMDP Kabupaten Buleleng, FKUB Kabupaten Buleleng dan Tim Kampanye Pasangan Calon Nomor Urut 1 & 2. Sebagai narasumber adalah Komisioner KPU Buleleng, Made Seriyasa. (Adm)

PERLU KESADARAN SEMUA PIHAK UNTUK MEMBANGUN KESADARAN POLITIK GENERASI MUDA

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018, KPU Kabupaten Buleleng melakukan Sosialsiasi dan Pendidikan Pemilih kepada generasi muda di Buleleng. Terdapat 250 peserta sosialisasi yang terdiri dari Guru PKN tingkat SMP dan SMA serta perwakilan OSIS SMA di Wilayah Kabupaten Buleleng. Sebagai pemateri yaitu akademisi dari Undiksha Singaraja, Prof. DR. Made Yudana, M.Pd.,  Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd dan Ketua KPU Kabupaten Buleleng, DR. Ged Suardana, S.Pd., M.Si. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Undiksha Singaraja, diketahui bahwa menurunnya angka partisipasi pemilih dari pemiliu ke pemilu di Kabupaten Buleleng tidak hanya dipengaruhi oleh sosialisasi, tapi juga harus diimbangi dengan memberikan pendidikan pemilih yang mrmadai. “Disinilah pentingnya peran Guru PKN untuk membangun kesadran politik generasi muda untuk berfikir kritis tentang pentingnya memilih melalui pendekatan yang dialogis,” ungkap Gede Suyasa. Namun disamping itu, hal yang lebih penting menurut Prof. Yudana adalah mengajarkan tentang kecerdasan dalam memilih pemimpin. “Tidak cukup hanya dengan datang ke TPS saja, namun juga harus cerdas dalam memilih pemimpin. Karena kalau salah memilih pemimpin, meskipun angka partisipasinya tinggi, tetap saja akan gagal dalam membangun bangsa ini,” demikian Prof. Yudana menambahkan. Ketua Tim Seleksi KPU Buleleng periode 2014-2018 ini menambahkan, agar Guru PKN di Buleleng bisa mengajarkan anak didiknya untuk memilih pemimpin yang ideal dan bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik. Sementara Gede Suardana menyatakan bahwa tingkat partisipasi pemilih bukan hanya tanggung jawab KPU sebagai penyelenggara pemilu. “Partisipasi pemilih adalah tanggung jawab semua pihak, yaitu pemerintah, penyelenggara, peserta pemilu serta masyarakat seluruhnya,” ungkap Gede Suardana. Dari diskusi yang berlangsung hampir dua jam tersebut, semua sepakat bahwa atas amanat undang-undang, pemerintah dan penyelenggara mempunyai kewajiban untuk mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya. Dan masyarakat, memiliki hak untuk memilih guna menyelamatkan bangsa dan negara dari kekosongan pemimpin. Butuh kesadaran semua pihak untuk membangun kesadaran politik itu, agar pemilu menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan bisa membangun Bangsa Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. (adm)

KPU BULELENG LAKSANAKAN SOSIALISASI GELAR SENI BUDAYA BERSAMA PENYANDANG DISABILITAS 'KOLOK' DESA BENGKALA

Melihat potensi yang dimiliki Desa Bengkala Kecamatan Kubutambahan, KPU Kabupaten Buleleng melaksanakan Sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 yang dikemas dalam bentuk gelar seni budaya bersama penyandang disabilitas tuna rungu (kolok) Desa Bengkala. Acara ini merupakan rangkaian touring KPU Provinsi Bali dan KPU Kabupaten/Kota se-Bali dalam rangka sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018.  Berangkat dari Kantor KPU Provinsi Bali, rombongan touring melalui jalur Bedugul - Wana Giri - Bestala - Lovina - Singaraja lalu berhenti di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. "Sosialisasi seperti ini dilakukan dengan tujuan menyentuh langsung ke masyarakat, dengan harapan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih pada Pilgub Bali Tahun 2018 di Kabupaten Buleleng," ungkap Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Gede Suardana dalam sambutannya, Minggu (11/3/2018) di Lapangan Lilacita Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. KPU Provinsi Bali mengapresiasi baik kegiatan ini dan berharap bisa menginspirasi KPU Kabupaten/Kota lainnya di Bali untuk melakukan sosialisasi Pilgub 2018 yang mendekat kepada lapisan masyarakat, sehingga bisa meningkatkan partisipasi pemilih. "Buleleng merupakan daerah yang strategis dengan pemilih terbesar, mari masyarakat agar menggunakan hak pilih sebaik-baiknya, demikian pula KPU, PPK dan PPS agar memfasilitasi pemilih sebaik-baiknya, sehingga Pilgub Bali 2018 yang hanya satu putaran ini bisa berjalan dengan baik sesuai tahapan yang telah ditetapkan," demikian Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Wiarsa Raka Sandi menutup pembicaraan. (adm)

MELALAUI SENI “METAJOG” KPU BULELENG BERSAMA PPK BANJAR SOSIALISASIKAN PILGUB 2018

KPU Kabupaten Buleleng bersama PPK Banjar melakukan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018 melalui Seni Budaya Metajog Bali Aga. “Kepada masyarakat jangan lupa untuk menggunakan hak pilih dengan baik pada Pilgub Bali 2018 pada tanggal 27 Juni 2018 dan tidak golput,” tegas Perbekel Desa Sidetapa dengan logatnya yang khas ketika menyampaikan sosialisasi terkait tahapan Pilgub Bali 2018 pada acara tersebut, Minggu (18/2/2018) di Lapangan Voly Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar. Seni Budaya Metajog ini diikuti oleh peserta dari lima desa, yaitu Desa Sidetapa, Desa Cempaga, Desa Tigawasa dan Desa Banyuseri. Diakhir kegiatan, sebagai bentuk partisipasi, Komisioner KPU Buleleng, Gede Sutrawan menyerahkan hadiah kepada pemenang pertama berupa piala penghargaan.

MEMILIH JAUH LEBIH BAIK DARIPADA TIDAK MEMILIH

Dalam setiap kali pemilu, sering kali masyarakat enggan memilih entah karena alasan waktu, kesibukan atau kurangnya minat pada pasangan calon. Namun sejatinya masyarakat yang mau memilih jauh lebih baik daripada yang tidak memilih sama sekali. Demikian disampaikan Gede Sutrawan ketika mendapat pertanyaan dari salah satu siswa SMK Triatmajaya Singaraja. ”Jika kita tidak memilih, maka tidak akan mempunyai harapan akan terjadinya sebuah perubahan. Namun jika kita memilih, setidaknya akan ada peluang terjadi  perubahan sekecil apapun itu,” kata Komisioner KPU Buleleng, Gede Sutrawan selaku pemateri dalam acara kelas pemilu di Aula SMK Triatmajaya Singaraja, Kamis (31/8/2017). Peserta kelas pemilu adalah seluruh siswa/siswi Kelas XII SMK Triatmajaya Singaraja. Dalam sesi Tanya jawab, salah satu siswa bernama Diah bertanya, dalam setiap pemilihan, bagaimana cara mengetahui baik buruknya calon pemimpin. Gede Sutrawan kemudian menjelaskan bahwa sebelum memilih, kita harus mencari tahu karakter calon pemimpin, program-program yang ditawarkan serta catatan perjalanannya. Apabila sudah mengetahui track record calon pemimpin yang ada, barulah menentukan pilihan. “Diantara sekian banyak calon pemimpin yang tersedia, pilihlah yang terbaik menurut kebutuhan kalian dengan tidak terpengaruh oleh ajakan atau intimidasi pihak lain,” Gede Sutrawan menegaskan. Warga Negara Indonesia sesuai dengan undang-undang, berhk memilih ketika berusia 17 tahun dan berhak dipilih ketika berusia 21 tahun. “Maka persiapkan diri kalian untuk itu, karena kalian merupakan generasi penerus bangsa. Dari kalianlah akan lahir calon-calon pemimpin yang diharapkan dapat memajukan Bangsa Indonesia kearah yang lebih baik lagi dari sekarang,” demikian Gede Sutrawan berpesan dalam akhir pertemuan kelas pemilu tersebut. (Adm)