Berita Terkini

UPACARA HARI IBU KE-97 DI KPU BULELENG, MOMENTUM REFLEKSI PEREMPUAN BERDAYA DAN BERKARYA

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Upacara Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di halaman Kantor KPU Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten Buleleng, Sekretaris, Pejabat struktural, serta seluruh staf Sekretariat KPU Kabupaten Buleleng. Upacara bendera tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap peran dan kontribusi perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai perjuangan kaum perempuan Indonesia. Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih dan dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat Hari Ibu yang menggambarkan perjalanan panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kesetaraan, partisipasi, dan peran strategis di berbagai bidang kehidupan. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, menyampaikan amanat yang menekankan tema peringatan Hari Ibu ke-97, yakni “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045.” Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan Hari Ibu bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menegaskan kembali peran perempuan sebagai penggerak utama dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan pembangunan bangsa. Lebih lanjut disampaikan bahwa perempuan berdaya adalah perempuan yang memiliki keberanian untuk menentukan arah hidupnya, dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri dalam mengambil keputusan. Dalam kehidupan sehari-hari, perempuan berperan aktif di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, pendidikan, pelayanan sosial, hingga kepemimpinan di tingkat komunitas. Dari peran tersebut lahir ketahanan keluarga dan kekuatan masyarakat. Melalui subtema “Perempuan Giat, Ekonomi Kuat,” ditegaskan bahwa ketika perempuan diberikan ruang untuk berkembang, dampaknya sangat luas. Usaha kecil yang dikelola perempuan, kreativitas yang terus diasah, serta konsistensi dalam bekerja tidak hanya memperkuat ekonomi keluarga, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian lokal sebagai fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan Hari Ibu ke-97 ini diharapkan menjadi momentum untuk saling mendukung, saling menguatkan, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi perempuan agar terus berdaya dan berkarya. Dengan menghargai peran perempuan, diharapkan tercipta masyarakat yang inklusif dan berkeadilan dalam mendukung pembangunan bangsa. (Parhumas/ KPU Buleleng)

Rapimda KPU Bali 2025 Soroti Tantangan Tata Kelola dan Integritas Penyelenggara Pemilu

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — KPU Kabupaten Buleleng memandang Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) KPU Provinsi Bali Tahun 2025 sebagai momentum strategis untuk memperkuat tata kelola dan integritas kelembagaan penyelenggara pemilu pasca Pemilu dan Pilkada Serentak 2024. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (19/12/2025) secara luring yang bertempat di Ruang Rapat Lantai II KPU Provinsi Bali dan secara daring melalui zoom meeting, dengan dihadiri pimpinan KPU Provinsi Bali serta KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Rapimda menitikberatkan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan, administrasi, serta etika penyelenggara sebagai bagian dari upaya pembenahan internal kelembagaan. Ketua KPU Provinsi Bali menegaskan bahwa integritas, kehati-hatian, dan kepatuhan terhadap regulasi harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas penyelenggara pemilu. Dalam rangka memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko, Rapimda menghadirkan narasumber dari BPK Perwakilan Provinsi Bali dan Polda Bali. BPK Perwakilan Bali memaparkan materi terkait mitigasi risiko pengelolaan anggaran, khususnya pada tahap pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan, serta pentingnya penguatan sistem pengendalian internal guna mencegah terjadinya penyimpangan. Sementara itu, Polda Bali menyampaikan paparan mengenai sinergi pengamanan dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada, dengan menekankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis sebagai upaya menjaga stabilitas dan keamanan tahapan demokrasi. Setelah rangkaian evaluasi dan penguatan kapasitas kelembagaan tersebut, Rapimda juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada KPU Kabupaten/Kota yang dinilai memiliki kinerja terbaik sepanjang tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, KPU Kabupaten Buleleng berhasil meraih tiga penghargaan, yakni Kajian Teknis Terbaik I Pemilu/Pemilihan Serentak 2024 Verifikasi Partai Politik Calon Peserta Pemilu, Terbaik I dalam Pengelolaan JDIH Tahun 2025, serta Terbaik III Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Terbaik KPU Kabupaten/Kota se-Bali. Bagi KPU Kabupaten Buleleng, capaian tersebut tidak hanya dimaknai sebagai prestasi, tetapi juga sebagai pengingat akan tanggung jawab besar untuk terus memperbaiki tata kelola, memperkuat integritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui Rapimda KPU Bali 2025, KPU Kabupaten Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan menghadirkan penyelenggaraan pemilu yang semakin kredibel, transparan, dan dipercaya masyarakat. (Parhumas / KPU Buleleng)

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2025 JADI RUANG EVALUASI DAN PENGUATAN SINERGI ANTAR LEMBAGA DI BULELENG

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Pemerintah Kabupaten Buleleng menyelenggarakan kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 sebagai ruang evaluasi atas pelaksanaan pembangunan daerah sepanjang tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (18/12/2025), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, termasuk KPU Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Putu Arya Suarnata selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi. Pada kesempatan tersebut, Bupati Buleleng menyampaikan sambutan sekaligus refleksi akhir tahun yang menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025. Momentum refleksi akhir tahun dinilai strategis untuk melihat kembali berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih perlu mendapatkan perhatian bersama. Dalam sambutannya, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa refleksi akhir tahun bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Evaluasi atas capaian dan kendala yang dihadapi menjadi dasar penting dalam merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan pada tahun berikutnya agar lebih efektif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Kehadiran KPU Kabupaten Buleleng melalui Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia mencerminkan komitmen untuk terus membangun sinergi lintas lembaga. Kolaborasi antarlembaga dipandang memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di tingkat daerah. Melalui kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025 ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap dapat menghimpun pembelajaran sebagai pijakan dalam penyusunan perencanaan dan kebijakan pembangunan di tahun mendatang. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesamaan visi dan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan Buleleng yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Parhumas/KPU Buleleng)

MINIMNYA LITERASI KEPEMILUAN PEMILIH PEMULA MENJADI PERHATIAN DALAM DIALOG INTERAKTIF RRI SINGARAJA

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Rendahnya tingkat literasi kepemiluan di kalangan pemilih pemula masih menjadi tantangan serius dalam upaya mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Kondisi tersebut mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng untuk terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui berbagai kanal. Salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif RRI Singaraja dengan tema “Edukasi Politik Pemilih Pemula” pada Rabu (17/12/2025). Dialog interaktif yang disiarkan melalui radio tersebut menjadi sarana strategis untuk menjangkau masyarakat secara luas, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemilih baru pada pemilu dan pemilihan mendatang. Dalam dialog tersebut, Ketua KPU Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok yang memiliki potensi besar dalam menentukan arah demokrasi, namun di sisi lain masih menghadapi keterbatasan pemahaman terkait kepemiluan. Menurutnya, pemilih pemula tidak hanya membutuhkan informasi teknis mengenai tata cara memilih, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai demokrasi, peran pemilih dalam sistem politik, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Tanpa pendidikan politik yang memadai, pemilih pemula rentan bersikap apatis, terpengaruh informasi yang tidak akurat, maupun memilih tanpa pertimbangan rasional. Dalam kesempatan tersebut, Komang Dudhi Udiyana juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan KPU Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya bagi pemilih pemula. KPU Buleleng secara aktif melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui kegiatan tatap muka di sekolah menengah dan perguruan tinggi, serta memanfaatkan media massa, media sosial, dan platform digital sebagai sarana penyebarluasan informasi kepemiluan. Pemanfaatan media siaran publik seperti RRI Singaraja dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat lintas usia dan wilayah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara KPU dengan lembaga penyiaran dalam memberikan edukasi politik yang objektif dan berimbang. Melalui dialog interaktif ini, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan seputar kepemiluan secara langsung. KPU Kabupaten Buleleng berharap, melalui kegiatan edukasi politik yang dilakukan secara berkelanjutan dan inovatif, pemilih pemula dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Dengan meningkatnya kualitas pemahaman dan partisipasi pemilih, diharapkan penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Buleleng ke depan dapat berlangsung secara demokratis, inklusif, dan berkualitas. (Parhumas/KPU Buleleng)

MINIMNYA LITERASI KEPEMILUAN PEMILIH PEMULA MENJADI PERHATIAN DALAM DIALOG INTERAKTIF RRI SINGARAJA

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Rendahnya tingkat literasi kepemiluan di kalangan pemilih pemula masih menjadi tantangan serius dalam upaya mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Kondisi tersebut mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng untuk terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui berbagai kanal. Salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif RRI Singaraja dengan tema “Edukasi Politik Pemilih Pemula” pada Rabu (17/12/2025). Dialog interaktif yang disiarkan melalui radio tersebut menjadi sarana strategis untuk menjangkau masyarakat secara luas, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemilih baru pada pemilu dan pemilihan mendatang. Dalam dialog tersebut, Ketua KPU Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok yang memiliki potensi besar dalam menentukan arah demokrasi, namun di sisi lain masih menghadapi keterbatasan pemahaman terkait kepemiluan. Menurutnya, pemilih pemula tidak hanya membutuhkan informasi teknis mengenai tata cara memilih, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai demokrasi, peran pemilih dalam sistem politik, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Tanpa pendidikan politik yang memadai, pemilih pemula rentan bersikap apatis, terpengaruh informasi yang tidak akurat, maupun memilih tanpa pertimbangan rasional. Dalam kesempatan tersebut, Komang Dudhi Udiyana juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan KPU Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya bagi pemilih pemula. KPU Buleleng secara aktif melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui kegiatan tatap muka di sekolah menengah dan perguruan tinggi, serta memanfaatkan media massa, media sosial, dan platform digital sebagai sarana penyebarluasan informasi kepemiluan. Pemanfaatan media siaran publik seperti RRI Singaraja dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat lintas usia dan wilayah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara KPU dengan lembaga penyiaran dalam memberikan edukasi politik yang objektif dan berimbang. Melalui dialog interaktif ini, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan seputar kepemiluan secara langsung. KPU Kabupaten Buleleng berharap, melalui kegiatan edukasi politik yang dilakukan secara berkelanjutan dan inovatif, pemilih pemula dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Dengan meningkatnya kualitas pemahaman dan partisipasi pemilih, diharapkan penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Buleleng ke depan dapat berlangsung secara demokratis, inklusif, dan berkualitas. (Parhumas/KPU Buleleng)

PENDIDIKAN POLITIK MULAI MEMBUMI DI TINGKAT SMP DAN MTS NEGERI SERTA SWASTA SE-KABUPATEN BULELENG

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Buleleng menjadi perhatian serius berbagai pihak khususnya KPU sebagai lembaga penyelenggara. Kondisi tersebut mengemuka dalam Seminar Pendidikan Demokrasi yang digelar di Gedung Unit 4 Kantor Bupati Buleleng, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Buleleng dengan melibatkan unsur dunia pendidikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Kepala Sekolah SMAN 2 Tejakula, serta para Kepala SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Buleleng. Turut hadir pula Kasubag serta staf Partisipasi Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Buleleng. Seminar secara resmi dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Buleleng masih berada pada posisi nomor dua terendah di Bali. Fakta ini menjadi latar belakang utama dilaksanakannya seminar, dengan tujuan mendorong kepala sekolah agar menggerakkan satuan pendidikannya untuk mulai melaksanakan pendidikan demokrasi dan politik, baik dalam kegiatan kokurikuler maupun melalui praktik Pemilihan OSIS. Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, selaku narasumber pertama, memaparkan materi dengan bertema “Dari Sekolah untuk Demokrasi Berkualitas di Bumi Panji Sakti”. Ia menekankan bahwa meskipun siswa SMP saat ini belum memasuki usia pemilih, pada Pemilu 2029 mendatang mereka akan menjadi pemilih pemula. Oleh karena itu, pendidikan politik sejak dini dinilai sangat krusial.  Ia juga menegaskan bahwa tingkat partisipasi pemilih merupakan indikator kuat kualitas demokrasi. “Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya, semakin kuat legitimasi Pemilu dan Pilkada,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah faktor penyebab rendahnya partisipasi masyarakat di Buleleng, antara lain kurangnya kesadaran politik sejak dini, keterbatasan sosialisasi kepemiluan, kelelahan pemilih pasca rangkaian pemilu nasional, serta belum kuatnya persepsi masyarakat terhadap relevansi Pemilu dan Pilkada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks tersebut, sekolah disebut memiliki peran strategis untuk membangun kesadaran demokrasi melalui pendidikan pemilih yang bermakna, pengenalan hak dan kewajiban warga negara, kolaborasi dengan KPU dan pemangku kepentingan lainnya, hingga mendorong siswa SMP menjadi peer educator bagi siswa sekolah dasar. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Tejakula, Gede Benny Kurniawan, sebagai narasumber kedua, membagikan praktik baik pelaksanaan pendidikan demokrasi di sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa program kokurikuler dapat dikemas secara kolaboratif melalui lintas disiplin ilmu, termasuk melalui pendekatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). SMAN 2 Tejakula sendiri telah menyelenggarakan Pemilu Raya OSIS Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tema “Aura Farming”. Dalam pelaksanaannya, siswa dilibatkan secara aktif dengan pembagian peran menyerupai penyelenggaraan pemilu sesungguhnya, mulai dari DKPP, Bawaslu, KPU, KPPS, media partner, hingga pembentukan partai politik oleh siswa kelas X dan XI. Tahapan pelaksanaan dilakukan secara sistematis, mulai dari persiapan dan sosialisasi, penetapan calon, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Melalui seminar ini, diharapkan pendidikan politik dapat semakin membumi di lingkungan sekolah menengah pertama sebagai upaya jangka panjang meningkatkan partisipasi dan kualitas demokrasi di Kabupaten Buleleng. (Parhumas/KPU Buleleng)