Berita Terkini

MINIMNYA LITERASI KEPEMILUAN PEMILIH PEMULA MENJADI PERHATIAN DALAM DIALOG INTERAKTIF RRI SINGARAJA

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Rendahnya tingkat literasi kepemiluan di kalangan pemilih pemula masih menjadi tantangan serius dalam upaya mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Kondisi tersebut mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng untuk terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui berbagai kanal. Salah satunya diwujudkan melalui kehadiran Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, sebagai narasumber dalam Dialog Interaktif RRI Singaraja dengan tema “Edukasi Politik Pemilih Pemula” pada Rabu (17/12/2025). Dialog interaktif yang disiarkan melalui radio tersebut menjadi sarana strategis untuk menjangkau masyarakat secara luas, khususnya generasi muda yang akan menjadi pemilih baru pada pemilu dan pemilihan mendatang. Dalam dialog tersebut, Ketua KPU Kabupaten Buleleng menegaskan bahwa pemilih pemula merupakan kelompok yang memiliki potensi besar dalam menentukan arah demokrasi, namun di sisi lain masih menghadapi keterbatasan pemahaman terkait kepemiluan. Menurutnya, pemilih pemula tidak hanya membutuhkan informasi teknis mengenai tata cara memilih, tetapi juga pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai demokrasi, peran pemilih dalam sistem politik, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Tanpa pendidikan politik yang memadai, pemilih pemula rentan bersikap apatis, terpengaruh informasi yang tidak akurat, maupun memilih tanpa pertimbangan rasional. Dalam kesempatan tersebut, Komang Dudhi Udiyana juga memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan KPU Kabupaten Buleleng dalam meningkatkan literasi politik masyarakat, khususnya bagi pemilih pemula. KPU Buleleng secara aktif melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih melalui kegiatan tatap muka di sekolah menengah dan perguruan tinggi, serta memanfaatkan media massa, media sosial, dan platform digital sebagai sarana penyebarluasan informasi kepemiluan. Pemanfaatan media siaran publik seperti RRI Singaraja dinilai efektif untuk menjangkau masyarakat lintas usia dan wilayah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara KPU dengan lembaga penyiaran dalam memberikan edukasi politik yang objektif dan berimbang. Melalui dialog interaktif ini, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan seputar kepemiluan secara langsung. KPU Kabupaten Buleleng berharap, melalui kegiatan edukasi politik yang dilakukan secara berkelanjutan dan inovatif, pemilih pemula dapat tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Dengan meningkatnya kualitas pemahaman dan partisipasi pemilih, diharapkan penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Buleleng ke depan dapat berlangsung secara demokratis, inklusif, dan berkualitas. (Parhumas/KPU Buleleng)

PENDIDIKAN POLITIK MULAI MEMBUMI DI TINGKAT SMP DAN MTS NEGERI SERTA SWASTA SE-KABUPATEN BULELENG

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan Pemilihan di Kabupaten Buleleng menjadi perhatian serius berbagai pihak khususnya KPU sebagai lembaga penyelenggara. Kondisi tersebut mengemuka dalam Seminar Pendidikan Demokrasi yang digelar di Gedung Unit 4 Kantor Bupati Buleleng, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Buleleng dengan melibatkan unsur dunia pendidikan. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Kepala Sekolah SMAN 2 Tejakula, serta para Kepala SMP dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Buleleng. Turut hadir pula Kasubag serta staf Partisipasi Hubungan Masyarakat dan SDM KPU Buleleng. Seminar secara resmi dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Buleleng masih berada pada posisi nomor dua terendah di Bali. Fakta ini menjadi latar belakang utama dilaksanakannya seminar, dengan tujuan mendorong kepala sekolah agar menggerakkan satuan pendidikannya untuk mulai melaksanakan pendidikan demokrasi dan politik, baik dalam kegiatan kokurikuler maupun melalui praktik Pemilihan OSIS. Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, selaku narasumber pertama, memaparkan materi dengan bertema “Dari Sekolah untuk Demokrasi Berkualitas di Bumi Panji Sakti”. Ia menekankan bahwa meskipun siswa SMP saat ini belum memasuki usia pemilih, pada Pemilu 2029 mendatang mereka akan menjadi pemilih pemula. Oleh karena itu, pendidikan politik sejak dini dinilai sangat krusial.  Ia juga menegaskan bahwa tingkat partisipasi pemilih merupakan indikator kuat kualitas demokrasi. “Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya, semakin kuat legitimasi Pemilu dan Pilkada,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menguraikan sejumlah faktor penyebab rendahnya partisipasi masyarakat di Buleleng, antara lain kurangnya kesadaran politik sejak dini, keterbatasan sosialisasi kepemiluan, kelelahan pemilih pasca rangkaian pemilu nasional, serta belum kuatnya persepsi masyarakat terhadap relevansi Pemilu dan Pilkada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks tersebut, sekolah disebut memiliki peran strategis untuk membangun kesadaran demokrasi melalui pendidikan pemilih yang bermakna, pengenalan hak dan kewajiban warga negara, kolaborasi dengan KPU dan pemangku kepentingan lainnya, hingga mendorong siswa SMP menjadi peer educator bagi siswa sekolah dasar. Sementara itu, Kepala SMAN 2 Tejakula, Gede Benny Kurniawan, sebagai narasumber kedua, membagikan praktik baik pelaksanaan pendidikan demokrasi di sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa program kokurikuler dapat dikemas secara kolaboratif melalui lintas disiplin ilmu, termasuk melalui pendekatan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). SMAN 2 Tejakula sendiri telah menyelenggarakan Pemilu Raya OSIS Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tema “Aura Farming”. Dalam pelaksanaannya, siswa dilibatkan secara aktif dengan pembagian peran menyerupai penyelenggaraan pemilu sesungguhnya, mulai dari DKPP, Bawaslu, KPU, KPPS, media partner, hingga pembentukan partai politik oleh siswa kelas X dan XI. Tahapan pelaksanaan dilakukan secara sistematis, mulai dari persiapan dan sosialisasi, penetapan calon, hingga pelaksanaan pemungutan suara. Melalui seminar ini, diharapkan pendidikan politik dapat semakin membumi di lingkungan sekolah menengah pertama sebagai upaya jangka panjang meningkatkan partisipasi dan kualitas demokrasi di Kabupaten Buleleng. (Parhumas/KPU Buleleng)

UNGGUL 4 SUARA, TYA RESMI JADI KETUA OSIS SLB N 2 BULELENG MASA BAKTI 2025/2026

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Upaya menghadirkan praktik demokrasi yang inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus kembali diperkuat melalui pendampingan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2025/2026 di SLB Negeri 2 Singaraja pada Rabu (10/12/2025). Setelah sempat vakum selama beberapa tahun, kegiatan pemilihan OSIS akhirnya dapat dilaksanakan kembali dengan dukungan KPU Buleleng. Momentum ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Setelah KPU Buleleng menyelenggarakan webinar yang dihadiri Kepala Sekolah dan perwakilan OSIS mengenai pendidikan demokrasi, pihak sekolah merasa terdorong untuk kembali melaksanakan pemilihan OSIS. Keputusan tersebut semakin kuat dengan adanya pendampingan langsung dari KPU Buleleng pada pelaksanaan tahun ini. Kepala Sekolah SLB Negeri 2 Singaraja menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, karena pendampingan dinilai membantu menciptakan proses pemilihan yang tertib, terarah, dan edukatif bagi siswa. Pendampingan dilakukan oleh Putu Arya Suarnata, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Buleleng. Dalam kegiatan ini, KPU Buleleng fokus memberikan pendampingan teknis, mulai dari persiapan hingga penghitungan suara, tanpa menyampaikan materi pendidikan demokrasi. Materi mengenai demokrasi akan diberikan secara terpisah pada Kamis (11/12/2025) sebagai lanjutan dari rangkaian kegiatan kepemiluan di SLB. Pemilihan diikuti oleh 127 pemilih, terdiri dari 90 siswa serta 35 guru dan pegawai sekolah. Dua pasangan calon bersaing dalam pemilihan, yakni Tya Dharmashanti – Adit Prasetya dan Intan Lidyanita – Zaka Faturrahman. Melalui proses pemungutan dan penghitungan suara yang berjalan lancar, Pasangan Calon Nomor Urut 1 Tya - Adit unggul dengan selisih 4 suara dari Pasangan Calon Nomor Urut 2 Intan - Zaka dan resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2025/2026. Dengan mendampingi pemilihan hingga pengumuman hasil, KPU Buleleng memastikan seluruh proses berjalan inklusif dan mudah dipahami oleh siswa berkebutuhan khusus. Kembalinya penyelenggaraan pemilihan OSIS di SLB ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat pemahaman praktik demokrasi di lingkungan sekolah. (Parhumas/ KPU Buleleng)

KPU SE-BALI DIKRITIK HANYA PAMER KEGIATAN: PUBLIK BUTUH INFORMASI, BUKAN CITRA NARSIS

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id  — Kinerja kehumasan KPU dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan informasi publik. Kritik itu mengemuka dalam Workshop Kehumasan yang digelar KPU Provinsi Bali di Ruang Rapat Lantai 2 KPU Bali, Senin (8/12/2025). Publikasi kegiatan KPU selama ini masih terfokus pada dokumentasi internal, sehingga dianggap belum relevan bagi masyarakat luas. Workshop yang diikuti oleh Kepala Divisi Sosdiklih Partisipasi Masyarakat dan SDM se-Bali serta Kepala Sub Bagian dan Staf Pelaksana Parhumas dan SDM KPU se-Bali tersebut menghadirkan tiga narasumber: I Made Adi Dharmawan dari ISI Bali, Agus Putra Mahendra dari Media Pos Bali, dan Ni Putu Yunita Anggreswati dari Universitas Pendidikan Nasional. Pembukaan kegiatan disampaikan Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas humas harus berdampak pada meningkatnya kualitas komunikasi publik. "Melalui workshop ini, kita harapkan Parhumas dapat semakin memahami teknis publikasi untuk memperbaiki kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” ujar John Darmawan dalam sambutannya."  Dalam sesi materi, Adi Dharmawan menyoroti pentingnya visual yang mampu menyampaikan makna. Menurutnya, fotografi jurnalistik tidak sekadar memotret momen, tetapi menyampaikan pesan yang memperkuat narasi berita. Sementara itu, narasumber dari media Pos Bali, Agus Putra Mahendra, menekankan bahwa berita kehumasan harus berbicara mengenai isu yang penting bagi publik, bukan sekadar laporan bahwa sebuah kegiatan telah terlaksana. "Berita pemerintah itu sering terlalu normatif. Publik justru butuh konteks: apa masalahnya? Kenapa penting bagi mereka?” tegas Agus Putra.  Media sosial KPU juga dinilai belum optimal dalam menjangkau publik. Yunita mengungkapkan gaya bahasa yang digunakan masih terlalu formal dan kurang melibatkan audiens, sehingga minim interaksi terutama dari generasi muda. Seusai pemaparan materi, John Darmawan kembali menyoroti pentingnya perbaikan kualitas komunikasi publik dalam sesi penutup. Ia mengingatkan agar humas tidak hanya menampilkan konten internal yang tidak menjadi kebutuhan masyarakat. "Humas saat ini agak terkesan narsis. Kegiatan internal perlu, tetapi jangan mendominasi konten. Publik menunggu informasi yang benar-benar bermanfaat,” tegasnya. Menindaklanjuti berbagai catatan perbaikan yang mengemuka, workshop ditutup dengan tekad untuk membenahi pola komunikasi publik KPU agar informasi kepemiluan disampaikan secara lebih relevan, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Parhumas/KPU Buleleng)

KPU BULELENG MELAKSANAKAN RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH BERKELANJUTAN TRIWULAN IV TAHUN 2025

Singaraja, kab-buleleng.go.id – Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Periode Triwulan ke IV Tahun 2025 yang bertempat di Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Buleleng pada Senin, (8/12/2025). Acara dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, beserta undangan dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buleleng, Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Buleleng, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Buleleng, Lapas Kelas IIB Singaraja serta Ketua  Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2024. Dalam sambutannya sekaligus membuka acara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng Komang Dudhi Udiyana menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang sudah terlibat langsung dan mendukung pelaksanaan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan yang masuk pada periode Triwulan IV di tahun 2025. Dinamika data pemilih yang terus berubah dari waktu ke waktu menghadapkan KPU pada proses validasi data dan verifikasi ke lapangan langsung untuk mendapatkan data yang akurat dan mutakhir. Disampaikan pula bahwa Data turunan dari KPU RI akan terus dilaksanakan pemutakhiran, penting untuk ditindaklanjuti sehingga  mendapatkan data pemilih yang mutakhir dan valid sebagai dasar untuk persiapan pemilu yang akan datang. Maka dari itu KPU Kabupaten Buleleng akan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Hasil penetapan rekapitulasi tingkat Kabupaten akan di sampaikan pada rekapitulasi semester kedua di tingkat Provinsi. Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan dalam arahannya menyampaikan bahwa dengan adanya data pemilih yang valid dan akurat akan mendukung penyelenggaraan pemilu yang efektif, maka penting untuk terus melaksanakan  pembenahan dan pemutakhiran data pemilih guna untuk mempersiapkan penyelenggaraan pemilu yang akan datang. Sinergitas antara stakeholder terkait harus tetap terjalin, untuk memperoleh sinkronisasi data yang akurat dan mutakhir. Acara dilanjutkan dengan penyampaian hasil penetapan rekapitulasi yang disampaikan oleh Anggota Divisi Perencanaan Data dan Informasi Ngurah Cahyudi Wiratama, bahwa untuk pemutakhiran data pemilih dari rentang waktu pemutakhiran triwulan ke III menuju ke triwulan IV kronolisnya mencangkup  tiga kategori perubahan data yaitu jumlah pemilih baru 9.218, kategori jumlah pemilih tidak memenuhi syarat 7.655 dan kategori jumlah perbaikan data pemilih total 6.543, sehingga diperoleh hasil rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan Triwulan IV Tahun 2025 dari 9 Kecamatan di Kabupaten Buleleng sejumlah 608.863 terdiri dari Laki-laki 304.549 dan Perempuan 304.314. Selanjutnya KPU Kabupaten Buleleng menuangkan hasil penetapan dalam Berita Acara Nomor 80/PL.01.2-BA/5108/2025 yang ditandatangani oleh seluruh Komisioner dan disahkan dengan Keputusan KPU Kabupaten Buleleng Nomor 57 Tahun 2025 tentang Penetapan Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Kabupaten Buleleng Triwulan IV Tahun 2025. Acara diakhiri dengan penyerahan Salinan Keputusan serta Berita Acara Hasil Penetapan Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan ke IV Tahun 2025. (Parhumas/KPU Buleleng)

KPU BULELENG HADIRI SEMINAR PENDIDIKAN POLITIK UNTUK DORONG PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT

Singaraja, kab-buleleng.kpu.go.id — Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana, menghadiri kegiatan Seminar Pendidikan Politik yang diselenggarakan oleh DPC Partai Demokrat Kabupaten Buleleng dengan mengusung tema “Edukasi Politik untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (7/12/2025) di Lovina Haven Boutique Resort dan diikuti oleh sekitar 120 peserta yang terdiri dari kader partai, perwakilan mahasiswa, serta unsur penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPU Kabupaten Buleleng menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang menitikberatkan pada peningkatan literasi politik masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, edukasi politik merupakan bagian penting dalam membangun kualitas demokrasi, terutama menjelang pelaksanaan agenda politik di masa mendatang. Kegiatan menghadirkan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.TP., M.P., sebagai narasumber utama yang memaparkan berbagai poin penting terkait strategi meningkatkan partisipasi masyarakat melalui edukasi politik. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus memahami bahwa keputusan politik sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari, sehingga pemilih harus berani bersikap kritis dan menolak praktik-praktik politik yang tidak sehat seperti hoaks dan politik uang. Selain itu, sesi diskusi berjalan interaktif, dengan berbagai isu krusial turut dibahas, mulai dari fenomena apatisme politik generasi muda hingga pentingnya transformasi partai politik agar lebih dekat dan melayani masyarakat. Melalui kegiatan ini, KPU Buleleng berharap seluruh pihak, termasuk partai politik, dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperkuat pemilu yang berintegritas. (Parhumas/KPU Buleleng)