Berita Terkini

Persiapan Pilkada 2017, KPU Buleleng Tinjau Rekrutmen PPK di 6 KPU Kab/Kota

Persiapan Pilkada 2017, KPU Buleleng Tinjau Rekrutmen PPK di 6 KPU Kab/Kota Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng akan digelar pada tahun 2017. Untuk melakukan persiapan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng meninjau proses  rekrutmen  Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  yang dilaksanakan enam kabupaten/kota di Bali yang menggelar pilkada 9 Desember 2015. KPU Buleleng meninjau tes tulis seleksi PPK di Kabupaten badung, Bangli, Tabanan, dan Kota Denpasar pada Jumat (8/5/2015). “Untuk seleksi anggota PPK kali ini, sesuai kesepakatan KPU se-Bali, soal tes tulis sejumlah 30 soal, dibuat dan dibawa langsung pada saat hari pelaksanaan rekrutmen oleh KPU Provinsi Bali ke masing-masing kabupaten yang menyelenggarakan pilkada”, ujar Gede Sutrawan, Anggota KPU Buleleng seusai meninjau rekrutmen Anggota PPK di Kota Denpasar, Jumat (8/5/2015). Gede Sutrawan melanjutkan bahwa jumlah peserta seleksi PPK untuk Kota Denpasar adalah 29 orang, dengan 6 diantaranya adalah perempuan. Proses seleksi diawali dengan tes tulis baru kemudian dilaksanakan tes wawancara oleh Anggota KPU Kota Denpasar untuk menjaring 5 Anggota PPK masing-masing untuk 4 kecamatan di Kota Denpasar. Untuk Kabupaten Tabanan, tercatat pendaftar yang mendaftarkan diri sebagai calon anggota PPK sejumlah 101 orang, namun terdapat 2 orang peserta yang tidak memenuhi persyaratan administrasi. “Kabupaten Tabanan untuk 10 kecamatan di wilayahnya menseleksi 99 orang dari 101 pendaftar dimana 2 diantaranya dinyatakan gugur dalam seleksi administrasi”, kata drh. I Made Seriyasa Anggota KPU Buleleng yang mendapat tugas meninjau di Kabupaten Tabanan. Di Kabupaten Bangli tercatat 31 orang yang mengikuti proses seleksi Anggota PPK untuk 4 kecamatan di wilayah kabupaten ini. KPU Kabupaten Badung, memperpanjang masa pendaftaran karena tidak memenuhi jumlah pendaftar minimum untuk dilakukan seleksi anggota PPK hingga Senin, 12 Mei 2015.  Proses rekrutmen tersebut dilaksanakan bersamaan sesuai agenda Tahapan Pilkada Serentak yang tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota. (roe)

Sosialisasi Pendidikan Pemilih Di Bungkulan, Agar Pengetahuan Pemilu Terbentuk Lebih Awal

Dalam mengisi kekosongan waktu setelah penyelenggaran Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2014 lalu di Kabupaten Buleleng, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali melakukan sinergi dengan KPU Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih, dengan slogan “Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas”. “Agar diketahui masyarakat, selama tidak ada pemilu KPU melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih agar pengetahuan tentang pemilu tidak hanya terbentuk menjelang  pemilu tetapi jauh sebelumnya sehingga masyarakat lebih paham dan siap dalam pelaksanaannya”, kata narsumber Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si, dalam Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Gedung Wantilan Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Kamis (7/5/2015). Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si, yang juga merupakan Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih & Pengembangan Sumber Daya Manusia menambahkan melalui pendidikan pemilih diupayakan agar masyarakat semakin paham dan tidak apatis terhadap politik maupun pemilu, sehingga diharapkan terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam setiap pemilu. “Melek politik bukan hal tabu, pemilu adalah salah satu komponen dari politik, pemahaman yang lebih baik mengenai pemilu akan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu, karena tujuan pelaksanaan pemilu sendiri adalah untuk kepentingan masyarakat”, tambah narasumber yang juga merupakan Dosen di Undiknas Denpasar. Peserta sosialisasi merupakan tokoh-tokoh masyarakat di Desa Bungkulan ditambah unsur Kelian Banjar, PKK, Karang Taruna, Pecalang, Klian Subak, serta mantan penyelenggara pemilu (PPS dan PPK) di Desa Bungkulan. Dari pihak KPU Buleleng hadir pula Ketua Gede Suardana, Anggota drh. I Made Seriyasa selaku Divisi Humas, Hubungan Antar Lembaga & Data Informasi, Gede Sutrawan selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM, sekaligus sebagai moderator pada kegiatan ini. Dalam sesi tanya jawab peserta yang hadir mengeluhkan permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang kerap terjadi dalam pelaksanaan pemilu, dimana orang yang telah meninggal dan dicoret di DPT kembali muncul pada pelaksanaan pemilu berikutnya. Menanggapi hal ini narasumber mengatakan memang sering terjadi demikian dan KPU selaku penyelenggara akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah selaku penyedia data penduduk yang dijadikan dasar penyusunan (DPT) tersebut. Upaya lain yang telah dilakukan adalah dengan membuat sistem pengelolaan daftar pemilih berbasis komputer (IT) sehingga dapat meminimalisir kejadian tersebut. Sebagai penutup, drh. I Made Seriyasa menghimbau kepada perangkat desa yang hadir agar sudah mulai mempersiapkan orang-orang yang dapat dijadikan penyelenggara pada saat Pemilu Bupati dan Wakil Bupati (Pilkada) Buleleng yang sedianya diselenggarakan bulan Pebruari tahun 2017, mengingat ketentuan pada peraturan KPU menyatakan penyelenggara yang telah terlibat dua kali dalam pelaksanaan pemilu tidak boleh dilibatkan lagi sebagai penyelenggara. Acara ditutup oleh Sekretaris Desa Bungkulan, I Gede Mudiarsa dengan mengharapkan kepada setiap peserta yang hadir agar menggetoktularkan apa yang didapatkan dari kegiatan sosialisasi ini kepada masyarakat atau orang-orang disekitarnya, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbuka wawasannya mengenai pentingnya pelaksanaan pemilu. (las)

Mengantisipasi Turunnya Partisipasi Pemilih, KPU Provinsi Bali Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Undiksha Singaraja

Mengantisipasi semakin turunnya angka partisipasi pemilih dalam pemilu membuat  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali semakin menggiatkan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih. Bekerja sama dengan KPU Buleleng, KPU Provinsi Bali menyasar berbagai segmentasi pemilih di seluruh kabupaten di Provinsi Bali. Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja kerap kali dipilih menjadi tempat pelaksanaan sosialisasi mengingat kerjasama yang baik telah terjalin selama ini. Pembantu Rektor (PR) III mewakili Rektor Undiksha yang berhalangan hadir untuk membuka acara ini menyampaikan permasalahan menurunnya angka partisipasi dalam pemilu menjadi perhatian bersama dan untuk dicarikan jalan keluar bersama pula, tidak semata-mata menjadi tanggungjawab penyelenggara saja. “Dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia pasca reformasi, partisipasi pemilih dalam pemilu cenderung turun, ini ada apa, tanda tanya lebih dari tiga ini”, seru PR III Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes membuka acara Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Gedung MIPA Undikhsa Singaraja, Kamis (7/5/2015). Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih & Pengembangan Sumber Daya Manusia Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si, yang menjadi pemateri dalam acara ini menyampaikan pentingnya partisipasi masyarakat serta untuk terus meningkatkan keterlibatannya dalam penyelanggaraan pemilu. “Partisipasi dalam pemilu ada dua yaitu partisipasi maksimal dan partisipasi minimal, dimana partisipasi minimal adalah cukup dengan datang dan memilih di TPS, sedangkan partisipasi maksimal adalah dengan terlibat aktif dalam penyelenggaraan pemilu seperti sebagai penyelenggara, pengawas maupun pemantau pemilu”, papar pemateri yang juga Dosen di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar. Widhiasthini dalam keterangannya kepada wartawan juga menambahkan kegiatan sosialisasi ini merupakan fase yang berkelanjutan dilakukan oleh KPU mengisi periode pasca dan pra pelaksanaan pemilu sebagai upaya melakukan pendidikan pemilih yang juga merupakan tugas KPU sebagai penyelenggara pemilu. Acara ini dihadiri civitas akademika dan Organisasi Kemahasiswaan Undiksha seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Lembaga Penelitian (Lemlit), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) dan juga peserta lain dari luar Kampus Undiksha seperti BEM dari Universitas Panji Sakti, BEM STIE Singaraja, BEM IHDN Singaraja, unsur Pramuka, Majelis Madya Desa Pekraman (MMDP) Singaraja, OSIS SMA Negeri 1 Singaraja, OSIS SMA Lab Undiksha Singaraja, OSIS SMA Negeri Bali Mandara Kubutambahan, SMA Negeri 1 Seririt serta beberapa unsur pewarta dari media cetak dan radio di Buleleng. Dalam penutupannya Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, didampingi dua orang Anggota KPU Buleleng drh. I Made Seriyasa dan Gede Sutrawan, mengharapkan kepada peserta sosialisasi agar terlibat aktif serta turut mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilkada) Buleleng yang akan dilaksanakan pada Pebruari tahun 2017 mendatang. (las)

Mohon Fasilitasi Sosialisasi, KPU Buleleng Temui Sekdes Bungkulan

Sesuai jadwal yang telah diberikan KPU Provinsi untuk agenda sosialisasi pendidikan pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng menemui Sekretaris Desa (Sekdes) Bungkulan, Kecamatan Sawan mohon memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kedatangan kami kemari untuk mohon agar difasilitasi tempat untuk melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilih di Desa Bungkulan, yang sedianya akan disampaikan oleh KPU Provinsi Bali”, kata drh. I Made Seriyasa, Anggota KPU Kabupaten Buleleng di Kantor Desa Bungkulan, Kamis (30/4/2015). Kegiatan sosialisasi ini gencar dilakukan menyasar berbagai segmen masyarakat guna semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu khususnya di Buleleng. “Tujuan kami semata-mata untuk menyebarluaskan informasi terkini seputar penyelenggaraan pemilu, agar kedepannya kita semakin mantap dan mampu melaksanakannya dengan baik, baik itu penyelenggara, peserta pemilu maupun masyarakat pemilih”, tambah Made Seriyasa, yang membidangi Divisi Humas, Data Informasi dan Hubungan Antar Lembaga. Sosialisasi di Desa Bungkulan nanti akan mengundang berbagai pihak seperti tokoh-tokoh masyarakat, prajuru banjar, mantan penyelenggara pemilu di tingkat desa, PKK, karang taruna dan masyarakat umum. Sekdes Bungkulan I Gede Mudiarsa, menerima dan menyambut baik akan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini dan berjanji akan berkoordinasi dengan Perbekel untuk penyediaan tempatnya. “Bisa kita bantu, ada dua tempat, di Wantilan Desa atau di Ruang Rapat Kantor Desa, saya akan koordinasi dengan Bapak Ketut Kusuma Ardana (Perbekel Bungkulan) dulu. Saya akan fasilitasi juga untuk mengundang pihak-pihak terkait dengan kegiatan ini”, ujar I Gede Mudiarsa. (las)

Riset Tentang Partisipasi Dalam Pemilu, KPU Buleleng Audensi ke Undiksha

Partisipasi pemilih merupakan elemen penting demokrasi dalam setiap pelaksanaan pemilu. Partisipasi tidak sekedar hadir ke TPS tetapi banyak aspek-aspek lain yang menyisakan ruang gelap yang perlu digali secara mendalam. Dalam meneliti aspek-aspek lain dalam persoalan partisipasi tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melakukan audensi ke Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja. “Partisipasi menjadi persoalan mendasar dalam setiap pelaksanaan pemilu, sehingga KPU memandang penting untuk mengetahui akar masalah atas persoalan-persoalan tersebut dengan cara mengadakan riset atau penelitian. Untuk itu kami memilih Undiksha sebagai lembaga yang kompeten untuk membantu melaksanakan riset tersebut”, ungkap Ketua KPU Buleleng Gede Suardana saat diterima Rektor Undiksha Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd., di Gedung Rektorat, Selasa (21/4/2015). Rektor Undiksha yang juga didampingi Pembantu Rektor III Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes menyambut baik niat KPU Buleleng mengadakan kerjasama riset yang tentunya dapat memperluan referensi keilmuan pada universitas. “Kami menyambut baik adanya niatan kerjasama dalam pelaksanaan riset ini, perlu diadakan komunikasi lebih lanjut antara KPU Buleleng dengan Lembaga Penelitian sebagai Tim Peneliti yang akan kami bentuk sesuai peruntukan riset tersebut, yang tentunya riset semacan ini bermanfaat bagi kami dalam mengembangkan keilmuan di universita”, kata Rektor Undiksha. Gede Sutrawan dari Divisi Sosialisasi  yang hadir pada kesempatan ini menambahkan akan melaksanakan sosialisasi dalam rangka pendidikan pemilih yang melibatkan unsur mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat maupun pers, dengan meminta pihak Undiksha membatu menfasilitasi tempat untuk kegiatan ini.  “Dalam waktu dekat, kami juga akan mengadakan sosialisasi dalam rangka pendidikan pemilih dengan kembali mengajak pihak Undiksha sebagai mitra kerja kami, untuk dapat memfasilitasi tempat dilaksanakannya sosialisasi nanti”, tambah Gede Sutrawan dalam pertemuan tersebut. Sesuai dengan prosedur kelembagaan, KPU akan bersurat secara resmi mengenai tindak lanjut kegiatan sosialisasi dimaksud dan pihak Undiksha menyatakan bersedia menyediakan tempatnya. Ketua KPU Buleleng  menyatakan terima kasih atas kerjasama yang baik terjalin selama ini dengan pihak Undiksha mengingat lembaga pendidikan merupakan mitra strategis KPU dalam melaksanakan tugas-tugas kepemiluan. (las)    

Belajar Demokrasi dan Pemilu, Siswa SMAN 3 Sambangi KPU Buleleng

Minat siswa untuk mengetahui seluk beluk demokrasi makin tinggi. Siswa SMA Negeri 3 Singaraja menyambangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng untuk belajar tentang demokrasi dan Pemilu di Indonesia. Secara berkelompok siswa-siswi kelas X SMA N 3 Singaraja datang ke kantor KPU meminta informasi tentang kepemiluan, diantaranya fungsi dan peranan KPU, indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu dan tingkat partisipasi masyarakat pada saat pemungutan suara. Hal ini mereka lakukan sebagai bagian dari tugas sekolah dalam rangka mengisi liburan selama ujian nasional berlangsung. “Tentu saja ada peningkatan partisipasi masyarakat dalam pileg 2014 yang lalu” ungkap Gede Sutrawan, Anggota KPU Buleleng Divisi Sosialisasi yang menerima siswa-siswi tersebut di ruang kerjanya, selasa (14/4/2015). Hal ini menurutnya,  selain karena gencarnya sosialisasi kepemiluan yang dilakukan, juga karena telah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya demokrasi. Terkait adanya pelanggaran pada saat pemungutan dan penghitungan suara, itu pasti ada. Namun hal itu menjadi wewenang Panitia Pengawas Pemilu (Panwas). Kemudian atas rekomendasi Panwas KPU menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi. Rada, salah satu siswa yang berkesempatan bertanya tentang saran KPU bagi pemilih pemula seperti dirinya. “ada 3 hal penting, yaitu kenali dirimu, kenali orang lain dan tentukan pilihanmu. Itulah cara untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berkualitas” jawab Sutrawan. Ketua KPU Kabupaten Buleleng Gede Suardana menyambut baik kedatangan siswa tersebut. Ia berharap, para siswa ini bisa menjadi relawan untuk mensosialisasikan demokrasi dan Pemilu kepada teman sebaya dan keluarganya. (ike)