Berita Terkini

KPU Buleleng Apresiasi Pemilihan OSIS SMA N 4 Singaraja Sebagai Miniatur Pemilu Nasional

Dalam kehidupan bermasyarakat yang demokratis kita tidak akan pernah lepas dari pelaksanaan pemilu atau kegiatan memilih secara umum. Penyelenggaraan pemilihan tidak hanya menyangkut pemilihan umum presiden dan wakil presiden, pemilu legislatif, maupun pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah atau yang sering dikenal dengan Pilkada. Ada pula pemilihan kepala desa, pemilihan kelihan subak, pemilihan ketua OSIS maupun pemilihan-pemilihan lainnya. Seperti pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 4 Singaraja, prosesnya sudah mendekati pelaksanaan pemilu secara umum seperti yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di lingkungan sekolah merupakan miniatur dari pemilu di tingkat nasional, karena memiliki semangat demokrasi yang sama”, buka Gede Suardana, Ketua KPU Buleleng, dalam kesempatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih pada saat Kampanye Pemilihan Ketua OSIS di lapangan basket SMA N 4 Singaraja, Selasa (29/9/2015). Sebagai organisasi pemerintah yang bertugas menyelenggarakan pemilihan umum, KPU Buleleng bersedia membantu memberikan bimbingan teknis perihal pelaksanaan pemilu, sehingga panitia pemilihan OSIS menjadi lebih paham akan tugas dan teknis pelaksanaan sebuah pemilihan.  “Jika di perkenankan, kami siap menyokong kegiatan-kegiatan seperti ini, misalnya dengan membuat miniatur pemilihan umum di sini. Dan kami akan memberikan bimbingan teknis tentang pelaksanaannya” ujarnya komisioner yang juga alumnus organisasi KMHDI ini. Ketua KPU Buleleng juga menambahkan jika proses demokrasi ini terus dapat ditumbuhkan dan berkembang dengan baik, maka akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas sesuai dengan keinginan hati nurani rakyat. Pada kesempatan kapanye visi dan misi calon ketua OSIS ini, dilaksanakan pula kegiatan berpegangan tangan dengan sesama kandidat calon ketua OSIS yang lainnya, simbolisasi kegiatan kampanye damai yang sering dilaksanakan KPU dalam pelaksanaan pemilihan umum. Diharapkan semua siswa menggunakan hak pilihnya masing-masing, dan supaya tidak ada yang golput. Cerdas dalam memilih sesuai dengan bibit, bebet dan bobotnya berdasarkan uraian visi misi yang telah disampaiakn pada saat kampanye/orasi, merupakan kunci kesuksesan sebuah pemilihan umum. Setelah kampanye oleh calon ketua dan wakil ketua OSIS SMAN 4 Singaraja, pemungutan suara akan diselenggarakan pada hari Rabu, 30 September 2015. (ike)

KPU Buleleng Ajak Mahasiswa STIKES Buleleng Berani Tentukan Pilihan dalam Pemilu

Mahasiswa sebagai kelompok pemilih intelektual dalam sebuah pemilu perlu disegarkan kembali dengan memberikan sosialisasi pendidikan pemilih. “Mengambil keputusan memilih dalam sebuah pemilu adalah suatu tindakan berani. Masalahnya adalah seberapa paham kita dalam menentukan pilihan, sudahkah menggunakan hati nurani yang paling dalam atau pertimbangan lain”, buka Gede Sutrawan dalam membuka sosialisasi di Aula Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Buleleng di Kubutambahan, Rabu (23/9/2015). Gede Sutrawan juga mengajak mahasiswa STIKES Buleleng menjadi pemilih cerdas, dengan cara selalu mempelajari dan mengetahui latar belakang serta rekam jejak setiap calon. Selanjutnya menggunakan hati nurani dalam memutuskan pilihan, sehingga dengan demikian pilihan yang dibuat akan semakin berkualitas. “Seperti memilih pasangan, setidaknya harus tahu latar belakangnya terlebih dahulu, apalagi memilih pemimpin melalui pemilu, harus dikenali dan dipahami rekam jejaknya serta apa visi dan misinya sehingga pemimpin yang terpilih nantinya adalah yang berkualitas”, papar Komisioner asal Busungbiu ini. Dalam sesi diskusi, tidak jarang muncul pertanyaan-pertanyaan yang cukup “berbobot” dari peserta sosialisasi. Kadek Suardani menanyakan seputar “golput” karena tidak terdaftar sebagai pemilih. Senada dengan Putu Ekayani, merasa bahwa dalam benak masyarakat memilih tidak membawa dampak perubahan yang diinginkan. Menanggapi pertanyaan demikian, Gede Sutrawan menganalogikan bahwa jika tidak dimulai sekarang, lalu kapan perubahan dapat terjadi. Perilaku memilih di Indonesia telah menunjukkan perkembangan yang baik, terbukti seseorang yang tadinya hanya sebagai pengusaha meubel kini atas kehendak rakyat melalui pemilu berhasil menjadi presiden. Bagi yang belum terdaftar sebagai pemilih, telah disediakan banyak ruang dan cara untuk memperoleh hak pilihnya dalam pemilu dan telah dijamin pula oleh undang-undang, jadi tidak ada alasan tidak memilih karena tidak didaftarkan. Pihak KPU Buleleng menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada pihak kampus yang dalam kegiatan ini diwakilkan oleh Pembantu Ketua (Puket) I, Dewa Ayu Rismayanti. Demikian juga Dewa Ayu Risma, panggilan akrab Puket I ini menyatakan bahwa informasi yang diterima sangat penting bagi kemajuan bersama dan upaya mewujudkan perubahan melalui pemilu di Buleleng. (ike)

Tatap Muka dan Ramah Tamah Sekretaris KPU Buleleng Yang Baru

Setelah resmi dilantik menjadi Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng pada Jumat (4/9/20150, Putu Aswina segera mengambil lang-langkah untuk memulai tugas barunya sebagai pimpinan sekretariat. Hal pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi secara internal dengan cara melakukan rapat tatap muka dan ramah tamah, hari Selasa (7/9/2015). "Seperti gayung bersambut, rencana konsolidasi awalnya direncanakan hanya dengan para kepala sub bagian dan bendahara, namum pak ketua meminta agar mengumpulkan semua staf di lingkungan kantor KPU Buleleng", kata Putu Aswina. Secara khusus kemudian Gede Suardana, Ketua KPU Buleleng meminta sekretaris untuk dapat memulai kerja melaksanakan tupoksinya mengikuti ritme kerja kantor KPU yang secara lembaga bertugas menyelanggarakan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah. "Pak sekretaris sudah mulai menjadi bagian dari KPU dan diharapkan segera dapat mengikuti rime kerja KPU secara umum dan melakukan tupoksinya dengan baik", kata Gede Suardana. Selanjutnya dilaksanakan perkenalan masing-masing staf yang bekerja di lingkungan Sekretariat KPU Kabupaten Buleleng berkenaan dengan identitas diri dan tugas yang menjadi kesehariannya. Sekretaris juga akan mengupayakan terbangunnya tim yang solid dan rasa kekeluargaan dalam suasana kerja, dan meminta kepada seluruh staf agar senantiasa menyadari tugas dan tanggungjawabnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. (ike)

Putu Aswina SE Dilantik Menjadi Sekretaris KPU Kabupaten Buleleng

I Putu Aswina, SE., telah secara resmi dilantik menjadi Sekretaris  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng menggantikan Gede Dody sukma Oktiva Askara, S.Sos., M.Si., yang mengundurkan diri dari jabatannya, oleh Sekretaris KPU Provinsi Bali, Putu Arya Gunawan SH., berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jendral KPU RI Nomor : 457/Kpts/Setjen/Tahun  2015 Tanggal 14 Agustus 2015, Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Sekretaris KPU Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP., Ketua DPRD Kabupaten Buleleng I Gede Supriyatna, Anggota KPU Provinsi Bali Dr. I Wayan Jondra, Ketua Bawaslu Provinsi Bali Ketut Rudia, Forkopinda Kabupaten Buleleng, Ketua dan Sekretaris KPU Kabupaten/Kota se-Bali serta Kepala SKPD terkait di Lingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Buleleng. Acara ini dilaksanakan di Wantilan Kantor Bupati Buleleng, pada hari Jumat (4/9/15). Dalam sambutannya, Putu Arya Gunawan, SH., menegaskan bahwa pergantian ini merupakan kebutuhan penyegaran dan rotasi kepemimpinan guna mendukung kelangsungan kerja di lingkungan KPU di wilayah Provinsi Bali. Beliau juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng atas bantuan dan fasilitasi yang di berikan dalam hal penyediaan personil, sehingga pergantian sekretaris ini bisa di lakukan. Dalam kesempatan ini Putu Arya Gunawan menekankan kepada pejabat yang baru dilantik, agar segera menyesuaikan diri dengan baik dengan ritme kerja di lingkungan kantor KPU dan dengan tupoksi yang diembannya. Mengingat Kabupaten Buleleng akan melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati pada Pebruari 2017, sekretaris yang baru diharapkan melakukan  langkah-langkah koordinasi yang baik, baik internal kantor maupun dengan instansi terkait selaku stakeholder dalam pelaksanaan pemilu di Buleleng. Acara ditutup dengan makan bersama dan pemberian ucapan selamat kepada Putu Aswina, Sekretaris KPU Buleleng yang baru dilantik. (ike)

Kelompok Tani Mekar Lestari Kaliasem Diajak Pahami Pentingnya Memilih Dalam Pemilu

Banyak masyarakat yang kurang peduli tentang pentingnya memilih dalam pelaksanaan pemilu, terlebih masyarakat di wilayah pedesaan yang terpencil dan susah mengakses perkembangan informasi. Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemangku kepentingan menyasar kepada masyarakat di kantong-kantong wilayah pedesaan seperti ini. “Kali ini kami datang untuk memberikan informasi apa yang terjadi setelah bapak ibu memberikan pilihan dalam sebuah pemilu, ternyata tidak berhenti disitu. Banyak ekses yang dihasilkan dari sebuah pilihan dalam pemilu”, papar Gede Sutrawan dalam membuka Sosialisasi Pendidikan Pemilih dengan Kelompok Tani Ternak Mekar Lestari, Desa Banjar Asem Kecamatan Banjar, Jumat (28/8/2015). Ekses yang dimaksud adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dan kepemimpinan dalam pemerintahan. Perubahan yang terjadi bisa jadi menjadi baik atau bahkan tidak baik, karena pilihan dalam pemilu tersebut. Maka dari itu pemilih harus dapat memahami dan menggunakan hak pilihnya dengan baik. “Menjadi tugas kami mengajak bapak ibu untuk menjadikan pemilu semakin baik dan berkualitas. Semakin cerdas pemilih diharapkan menghasilkan pemilu berkualitas yaitu lahirnya pemimpin yang benar-benar dipilih atas dasar pemahaman yang baik terhadap calon yang dipilih tersebut”, jelas Anggota Komisioner KPU Buleleng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM. Dalam kesempatan tanya jawab, Ketut Suwitri Ketua Tim Penggerak PKK yang turut hadir juga mengatakan agar pemilih tidak sekedar menyandarkan pilihan atas dasar imbalan materi yang diberikan oleh peserta pemilu. “Alangkah bahayanya jika pilihan dibuat semata-mata karena imbalam materi oleh peserta pemilu, sebab salah pilih membawa dampak penderitaan (dalam tanda kutip) selama 5 tahun”, ujar Ketut Suwitri. Lain lagi dengan Carna Wirata, yang pernah beberapa kali berpartisipasi menjadi penyelenggara pemilu di wilayah Kecamatan Banjar ini, mengatakan bahwa pendidikan pemilih tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU, partai politik juga berkepentingan atas hal ini sehingga masyarakat tidak antipati atau tidak peduli dengan pemilu. “Saya ingin berbagi pemikiran, saya kira parpol juga memegang peranan penting terhadap pendidikan politik, agar masyarakat tidak antipati dengan pemilu karena menganggap parpol yang ada tidak mewakili kepentingan mereka dalam pemilu”, ujar mantan PPK dan Panwascam Banjar ini. Acara yang dimulai pukul 19.00 Wita di Balai Kelompok Tani Mekar Lestari di Banjar Dinas Asah ini dipandu oleh I Nyoman Pasek Sukamara, tokoh dari kelompok tani ini diakhiri dengan seruan untuk mengajak peserta yang hadir semakin memahami pentingnya memilih dalam pemilu. (las)

KPU Buleleng Ajak Pramuka Selalu Update Soal Pemilu

Kehadiran smartphone dan jejaring sosial media di internet menyebabkan mudahnya penyebaran dan akses terhadap berbagai informasi, tak terkecuali mengenai Pemilihan Umum (Pemilu). Pramuka sebagai tempat ditempanya generasi-generasi muda untuk menjadi mandiri dan peduli diharapkan memiliki kepedulian lebih terhadap persoalan-persoalan bangsa seperti pelaksanaan Pemilu. “Ketika kata pemilu terlintas di pikiran, apa yang adik-adik pramuka ketahui tentang pemilu?”, buka Gede Suardana Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng dalam Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Gedung Pramuka, Jalan Pramuka Nomor 9 Singaraja, Jumat (31/7/2015). Ditanya demikian puluhan peserta yang hadir menyampaikan berbagai hal yang diketahuinya soal pemilu, seperti tujuan untuk memilih pemimpin, LUBER,  partai politik, hak pilih, money politic, hingga permasalahan calon tunggal pada pelaksanaan pilkada serentak tahun ini. Mendapat jawaban demikian, Gede Suardana merasa takjub dengan keberanian dan kemampuan peserta yang rata-rata adalah calon pemilih pemula pada pilkada 2017 dalam memahami soal pemilu dan mengajak mereka untuk selalu update dan peduli soal pelaksanaan pemilu. Agar menjadi pemahaman yang melekat bagi peserta, Gede Suardana mengundang dua orang peserta untuk mencontohkan bagaimana pelaksanaan kampanye penyampaian visi dan misi seorang calon dalam sebuah pemilu. Dengan cara ini peserta diharapkan mampu menjadi pemilih cerdas dengan menimbang dan menelusuri lebih lanjut pilihan mereka nantinya. Drh. I Made Seriyasa, Anggota KPU Buleleng div Humas, Hubungan Antar Lembaga dan Data dan Informasi, menyampaikan bahwa pemilih cerdas diharapkan aktif untuk mengecek apakah sudah tercantum pada daftar pemilih untuk jaminan hak pilihnya pada pemilu. “Menjadi pemilih cerdas tentu harus memastikan diri terdaftar sebagai pemilih, karena dengan kepastian itu hak sebagai pemilih tidak hilang”, ujar komisioner asal Desa Busungbiu ini meneruskan pemaparan Ketua KPU Buleleng. I Made Ardana, Kepala Sub Bagian Teknis Pemilu dan Hupmas pada Sekretariat KPU Buleleng yang memandu acara ini, menyimpulkan pemaparan yang diberikan pemateri bahwa peserta sosialisasi yang nantinya menjadi pemilih dituntut untuk semakin cerdas dalam menggunakan hak pilih, selalu update informasi seputar pemilu serta menjadi “agen” untuk menggetoktularkan informasi yang diperoleh kepada lingkungan sekitarnya. (las)