Berita Terkini

KPU BULELENG GELAR RAPAT PLENO PENETAPAN DPTb TAHAP KEDUA PEMILU 2019

Sesuai dengan Tahapan, Program dan Jadwal Pelaksanaan Pemilu Tahun 2019, KPU Kabupaten Buleleng melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Tahap Kedua Tingkat Kabupaten/Kota pada Pemilihan Umum Tahun  2019, Rabu (20/3/2019) di Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Buleleng. Dalam rapat pleno tersebut, KPU Buleleng menetapkan DPTb masuk berjumlah 830 pemilih, sementara DPTb keluar berjumlah 861 pemilih yang dituangkan dalam Berita Acara KPU Buleleng No. 27/PK.01-BA/5108/KPU-Kab/III/2019. DPTb masuk merupakan pemilih melakukan pindah memilih ke Kabupaten Buleleng. Sedangkan DPTb keluar adalah pemilih yang melakukan pindah memilih ke luar Kabupaten Buleleng. “Pemutakhiran data pemilih merupakan bagian Tahapan Pemilu 2019 yang memiliki kaitan dengan berbagai pihak dan stakeholder. Peran serta partai politik dan stakeholder terkait sangan mempengaruhi kelancaran proses ini,” ungkap Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudhi Udiyana. Selain Ketua PPK dan Divisi Data Pemilih se-Kabupaten Buleleng, Hadir juga dalam kegiatan tersebut dari instansi terkait adalah Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Buleleng, Lapas Kelas IIB Singaraja dan Bawaslu Kabupaten Buleleng.   

KPU BULELENG LAKSANAKAN BIMTEK PEMUNGUTAN, PENGHITUNGAN DAN REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA PEMILU 2019

Menjelang hari pemungutan suara Pemilu 2019 yang digelar pada 17 April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan Bimtek Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Perolehan Suara kepada PPK se-Kabupaten Buleleng. Selain mengundang PPK, KPU Buleleng juga mengundang Sekretaris PPK dan Ketua Panwascam se-Kabupaten Buleleng. Bimtek dilaksanakan selama dua hari, dari hari Jumat hingga Sabtu (15-16 Maret 2019) di Hotel Saranam, Baturiti – Tabanan. “Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pembekalan dan pemahaman yang sama kepada PPK, Sekretaris PPK dan Panwascam se-Kabupaten Buleleng prihal tatacara pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara pada Pemilu 2019 dari tingkat TPS hingga tingkat PPK,” ungkap Gede Sutrawan, Komisioner Divisi Teknis KPU Buleleng kepada peserta bimtek. Meteri yang disampaikan secara bergiliran oleh Komisioner KPU Buleleng adalah terkait pemungutan dan penghitungan suara termasuk tatacara pengisian semua jenis formulir C1 mulai dari Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan DPD, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten, rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK, Logistik Pemilu 2019. Pada hari kedua, dilaksanakan simuilasi pemungutan suara di TPS yang dipandu oleh Komisioner KPU Buleleng, Nyoman Gede Cakra Budaya. Dari hasil simulasi, terungkap beberapa kendala pada saat pencoblosan, diantaranya durasi waktu mencoblos yang mencapai 3-5 menit, kesulitan dalam melipat kembali surat suara serta banyaknya permintaan pendampingan oleh pemilih yang merasa kesulitan mencoblos sendiri.

“KPU GOES TO SCHOOL” SOSIALISASI PEMILU 2019 SASAR PEMILIH PEMULA

Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu Tahun 2019, KPU Buleleng melakukan sosialisasi pendidikan pemilih yang menyasar pemilih pemula dengan kembali menjalankan program “KPU Goes To School”. “Pemilu merupakan proses memilih pemimpin yang harus dilalui oleh negara yang menganut sistem demokrasi, dimana peran terkecil dari rakyatnya adalah dengan ikut memilih,” ungkap Komisioner KPU Buleleng, Gede Bandem Samudra, Jumat (1/3/2019)  ketika menjadi narasumber pada acara KPU Goes To School di SMAN 1 Banjar dan SMAN 2 Busungbiu. Sebagai warga negara yang baik, menggunakan hak pilih pada saat pemilu adalah wajib hukumnya. “Jangan Golput atau menyia-nyiakan hak pilih kalian, karena satu suara akan menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan,” tambah Bandem Samudra. KPU Buleleng dalam melakukan program “KPU Goes To School” bekerjasama dengan even organizer (EO) dari Demores Rumah Musik, yang menghadirkan pelawak Rare Kual. Hal ini untuk menarik minat audiens pada saat menyampaikan materi sosialisasi, sehingga lebih mudah dipahami.  Kehadiran Pelawak Rare Kual mampu membuat suasana menjadi lebih hidup, sehingga peserta sosialisasi menyimak dengan antusias dan materi yang disampaikan terkait Pemilu 2019 bisa diterima dengan baik. (adm)

BERSAMA RELAWAN DEMOKRASI, KPU BULELENG SOSIALISASI PEMILU 2019 KEPADA PENYANDANG DISABILITAS

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng bersama Relawan Demokrasi melakukan sosialisasi Pemilu 2019 kepada penyandang disabilitas (kolok) di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Selasa (26/2/2019). Narasumber pertama dari Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) Bali yang juga mantan Komisioner KPU Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Agung Darmayuda serta narasumber kedua dari Paguyuban Kolok Santi Bengkala, I Ketut Kanta sekaligus menjadi penerjemah. Materi yang disampaikan adalah terkait tata cara pencoblosan, pengenalan peserta Pemilu 2019 dan Surat Suara Pemilu Tahun 2019. Penyandang disabilitas “kolok” tersebut menyimak dengan antusias apa yang disampaikan Darmayuda dan diterjemahkan oleh Ketut Kanta. Meskipun pyandang disabilitas, namun peserta sosialisasi ini terbilang cukup mengetahui hal-hal terkait Pemilu. Hal ini terbukti ketika Darmayuda menanyakan tentang arti demokrasi. “Asas dari pemilu adalah LUBER, artinya memilih secara langsung dan sifatnya rahasia, tidak bisa diberitahukan kepada orang lain,” kata salah satu peserta dengan bahasa isyarat yang disambut dengan tepuk tangan peserta karena memperoleh coklat dari narasumber. Sosialisasi berlangsung selama sekitar satu jam dan ditutup dengan foto bersama. (adm)

RELAWAN DEMOKRASI PEMILU 2019 LAKUKAN SIMULASI PENCOBLOSAN KEPADA 4000 PEMILIH PEMULA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng bersama Relawan Demokrasi Pemilu 2019 memberikan simulasi pencoblosan surat suara di TPS kepada 4000 pelajar dan mahasiswa di Buleleng. “Tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan tentang lima jenis surat suara yang akan diperoleh serta proses pencoblosan di TPS sehingga para pemilih pemula ini mempunyai bayangan bagaimana cara mencoblos nanti di TPS pada tanggal 17 April 2019,” ungkap Komisione KPU Buleleng, Gede Sutrawan usai kegiatan berlangsung, Senin (25/2/2019) di Gedung Kesenian Gede Manik, Singaraja Simulasi pemungutan suara dilakukan oleh Relawan Demokrasi KPU Buleleng berkolaborasi dengan grup bondres dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kegiatan ini digelar oleh RRI Singaraja dalam rangka sosialisasi Pemilu melalui workshop cerdas bermediaa sosial, lomba yel-yel dan simulasi pemungutan suara bagi pemilih pemula pada Pemilihan Umum Tahun 2019 yang disiarkan secara langsung dari RRI Singaraja dan RRI Denpasar. (adm)

KARENA SATU SUARA SANGAT MENENTUKAN NASIB BANGSA LIMA TAHUN BERIKUTNYA

Ada empat pilar kesuksesan pelaksanaan pemilu, yakni penyelenggara pemilu yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan jajarannya, partai politik, pemerintah dan masyarakat. Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Provinsi Bali, AA. Raka Nakula ketika menjadi narasumber dalam sosialisasi pendidikan pemilih kepada pemilih muda di Kampus Undiksha Singaraja, Senin (25/2/2019). “Pemilihan umum tidak akan terselenggara dengan baik tanpa peran serta dari stakeholder terkait dan masyarakat. Peran masyarakat paling kecil dalam pemilu adalah dengan menggunakan hak pilih ke TPS,” ungkap mantan Ketua KPU Kabupaten Badung ini. Seluruh rakyat Indonesia wajib mengikuti proses pemilu. Meskipun memilih merupakan hak, namun sebagai warga negara yang baik, wajib menggunakan hak pilih yang dimiliki dengan baik dan benar. Karena satu suara akan sangat menentukan nasib bangsa lima tahun berikutnya. Lebih jauh dari itu, kaum muda yang biasa disebut kaum milenial diharapkan turut berpartisipasi sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilihan Umum Tahun 2019. Pada Pemilu Tahun 2019, di Kabupaten Buleleng terdapat 2.146 TPS yang tersebar di 148 desa/kelurahan, dimana satu TPS terdapat 7 KPPS. “Maka dari itu, kami sangat mengharapkan peran serta adik-adik sekalian dari kaum muda untuk berpartisipasi sebagai KPPS di wilayah tinggal masing-masing,” kata Raka Nakula. Raka Nakula yang didampingi Komisioner KPU Kabupaten Buleleng, Nyoman Gede Cakra Budaya juga mensosialisasikan pindah memilih bagi masyarakat yang tidak bisa memilih di TPS asal karena kondisi tertentu. (adm)